Nasional MUKTAMAR KE-35 NU

Pesantren Sunan Drajat Kenalkan Produk Kreatif Santri di Bazar Muktamar NU

NU Online  ·  Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:46 WIB

Pesantren Sunan Drajat Kenalkan Produk Kreatif Santri di Bazar Muktamar NU

Stan Pesantren Sunan Drajat yang memamerkan produk santrinya di Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas (Foto: Habiburrahman/NU Online)

Jombang, NU Online 
Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan turut serta dalam Expo dan Bazar Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Keikutsertaan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan berbagai produk karya santri sekaligus menunjukkan upaya pesantren membangun kemandirian ekonomi.


Penjaga stan Pondok Pesantren Sunan Drajat, Mohammad Sena Horison, mengatakan keikutsertaan dalam expo dan bazar tidak hanya untuk menawarkan produk, tapi menjadi sarana memperkenalkan kreativitas santri kepada masyarakat.


“Kami tidak hanya menawarkan lembaga pendidikan, tetapi juga membawa produk-produk yang dibuat oleh santri sendiri. Di Pondok Pesantren Sunan Drajat terdapat bidang perekonomian yang menjadi wadah untuk mengembangkan produk kreatif santri,” katanya, Kamis (27/08/2026).


Beragam produk ditampilkan dalam stan tersebut, mulai dari sembako, buku yang mengulas kiprah dan biografi kiai, hingga produk fesyen seperti jilbab, sarung, songkok, dan berbagai busana muslim lainnya. 


Sena menjelaskan, produk-produk tersebut merupakan bagian dari upaya pesantren memberikan ruang kepada santri untuk mengembangkan potensi dan kreativitas masing-masing. Santri tidak hanya dididik dalam bidang keagamaan dan akademik, tetapi juga mendapatkan pembekalan keterampilan yang dapat menunjang kesiapan mereka memasuki dunia kerja.


“Santri Sunan Drajat selain menuntut ilmu di sekolah hingga perguruan tinggi juga diajarkan soft skills. Pembekalan ini melatih mereka agar memiliki kemampuan ketika terjun ke dunia kerja,” ujarnya.


Ia menuturkan, Perekonomian Pesantren Sunan Drajat mengusung semboyan “Bekerja Sambil Beramal.” Prinsip tersebut menjadi bagian dari semangat pengembangan usaha pesantren agar aktivitas ekonomi memberikan manfaat bagi pendidikan dan kesejahteraan santri.


Menurutnya, pembelian produk karya santri oleh masyarakat secara tidak langsung turut mendukung keberlangsungan pendidikan di pesantren. Karena sebagian pendapatan dari kegiatan ekonomi tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan santri.


“Bekerja Sambil Beramal menjadi semboyan kami di perekonomian Sunan Drajat. Ketika masyarakat membeli produk santri, secara tidak langsung mereka turut mendukung pendidikan dan kehidupan santri,” tuturnya.


Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui berbagai program beasiswa. Perekonomian Pesantren Sunan Drajat turut mendukung pemberian beasiswa pendidikan, termasuk beasiswa gratis dari jenjang sekolah hingga perguruan tinggi tingkat sarjana (S1).


Di sisi lain, ia menjelaskan bahwa pengembangan ekonomi pesantren dapat dilakukan melalui produk yang dihasilkan santri. Potensi tersebut dinilai cukup besar karena santri memiliki kreativitas yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.


“Santri pada zaman sekarang memiliki jiwa produktif dan kreatif. Jika kreativitas itu dikembangkan dengan baik, maka akan menghasilkan produk-produk yang berkualitas,” tuturnya.


Mahasiswa Universitas Sunan Drajat Lamongan ini berharap pesantren di seluruh Indonesia semakin mampu membekali santri dengan keterampilan yang sesuai dengan perkembangan zaman. Namun, pembaruan tersebut tetap harus berjalan beriringan dengan tradisi keilmuan pesantren.


Menurutnya, penguasaan kitab-kitab kuning dan penghormatan terhadap keilmuan ulama terdahulu tetap menjadi bagian penting dalam pendidikan pesantren. Pada saat yang sama, santri perlu memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja saat ini.


“Pesantren harus mulai membekali santri dengan kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Namun, kita tidak boleh meninggalkan kitab-kitab kuning dan ulama terdahulu. Kita harus tetap menjaga tradisi keilmuan pesantren sekaligus mengikuti perkembangan zaman,” pungkasnya.