Presiden Prabowo: Hanya di Indonesia Tentara dan Polisi Urus Pertanian
NU Online ยท Rabu, 24 Juni 2026 | 15:45 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan XVII 2026 di Gorontalo, pada Rabu (24/6/2026). (Foto: tangkapan layar kanal Youtube Sekretariat Presiden)
Haekal Attar
Penulis
Jakarta, NU Online
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali memamerkan keunikan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang dapat mengurus aneka pertanian. Padahal, dalam aturannya, TNI berfokus pada pertahanan negara dari ancaman militer, sedangkan Polri berfokus pada penegakan hukum dan keamanan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
"Hanya di Indonesia polisi ngurus pertanian. Hanya, mungkin, di Indonesia tentaranya sering ada di sawah. Hanya di Indonesia, angkatan laut tanam kedelai. Hanya di Indonesia, angkatan udara tanam tebu," katanya saat menghadiri Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan XVII 2026 di Gorontalo, pada Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, kegiatan TNI-Polri dalam pertanian merupakan langkah yang strategis dan menjadi salah satu alasan mengapa Indonesia akan bangkit serta berkembang menjadi negara yang hebat.
"Kita akan bangkit menjadi negara yang hebat," tegasnya.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo juga mengatakan bahwa ada pihak-pihak yang tidak menginginkan Indonesia bangkit. Ia menyebut, pihak-pihak tersebut sudah diketahui oleh banyak orang.ย
"Ada. Kita sudah tahu mereka-mereka itu. Ya kan? Ini karena banyak wartawan, aku pidato, aku harus atur gitu ya. Nanti yang dikutip yang, apa tuh, yang agak keras-keras dikit," jelasnya.
Namun, ia menyampaikan bahwa ketika berbicara dengan petani akan memilih menggunakan bahasa yang lebih tegas.
"Tapi kalau sama petani, bicaranya harus keras. Betul enggak? Betul. Kalau bicara kalem-kalem, kalian enggak akan dengar," jelasnya.
Presiden Prabowo juga mengajak masyarakat untuk berbicara secara terbuka dan apa adanya. Ia menilai, masyarakat lebih menyukai kejujuran dibandingkan ucapan yang terkesan sopan tetapi tidak mencerminkan perilaku yang tidak baik.ย
"Sudah hari gini, kita bicara apa adanya deh. Kalian lebih senang tahu hati saya, benar enggak? Daripada ngomong-ngomong sopan-sopan. Sopan-sopan tetap maling, sopan-sopan tetap korupsi," katanya.
Prabowo mengatakan bahwa pengalamannya selama menjadi orang Indonesia membuatnya memahami berbagai fenomena tersebut. Ia menambahkan, ada pihak-pihak yang tidak menyukainya karena telah memahami persoalan yang sedang terjadi.
"Saya sudah lama jadi orang Indonesia. Gue kenal itu semua, saudara-saudara. Mereka enggak suka sama Prabowo karena Prabowo ngerti," terangnya.
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua