Nasional MUKTAMAR KE-35 NU

Ribuan Personel Pagar Nusa Kawal Muktamar ke-35 NU

NU Online  ·  Kamis, 27 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Ribuan Personel Pagar Nusa Kawal Muktamar ke-35 NU

Para personel Pagar Nusa saat berjaga di arena pembukaan Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026). (Foto: NU Online/Syifaul Habib)

Jombang, NU Online

Pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama berlangsung secara tertib dan sangat kondusif. Acara ini dipadati oleh lautan peserta, penggembira, dan masyarakat umum. Tingginya antusiasme tersebut tentu menimbulkan dinamika tersendiri di lapangan.


Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pagar Nusa Nabil Haroen menyampaikan kondisi keamanan di lokasi pembukaan berjalan dengan baik. Koordinasi yang solid antarelemen pengamanan menjadi kunci utamanya.


Ia menyebut, untuk pengamanan rangkaian Muktamar ke-35 NU, Pagar Nusa menyiapkan sekitar 1.800 personel. Kurang lebih 80 persen berasal dari Jawa Timur, terutama daerah-daerah yang relatif dekat dengan Jombang.


"Selebihnya merupakan personel dari Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Lampung, Sumatra Selatan, Riau, dan beberapa daerah lainnya. Personel tersebut ditempatkan sesuai kebutuhan dan pembagian tugas di lapangan," ungkapnya.


Beliau menegaskan, personil tersebut ditempatkan sesuai kebutuhan dan pembagian tugas di lapangan. Mereka berusaha agar keberadaan Pagar Nusa justru membuat jamaah merasa nyaman, bukan menambah kesan kaku atau tegang.


"Bagi Pagar Nusa, prinsipnya sederhana: kami hadir untuk berkhidmah. Tugas kami bukan hanya menjaga keamanan secara fisik, tetapi juga ikut menjaga suasana Muktamar agar tetap teduh, bermartabat, dan mencerminkan akhlak Nahdlatul Ulama," ujarnya.


Gus Nabil berharap, Muktamar ini menjadi ruang musyawarah terbaik bagi para ulama besar. Forum mulia ini harus mampu menentukan arah kebijakan yang tepat bagi masa depan Nahdlatul Ulama. Perbedaan pandangan dan pilihan di antara peserta merupakan hal yang sangat wajar.


"Siapa pun yang nantinya memperoleh amanah harus kita hormati. Yang jauh lebih penting adalah Muktamar menghasilkan kepemimpinan yang mampu menjaga NU tetap berakar kuat pada pesantren, menghormati otoritas para kiai dan masyayikh, sekaligus mampu menjawab tantangan umat dan bangsa ke depan," tandasnya.


"Bagi Pagar Nusa, kami ingin memastikan satu hal, Muktamar harus berlangsung aman, teduh, bermartabat, dan selesai dengan persaudaraan. Pagar Nusa hadir untuk khidmah, bukan untuk kepentingan kontestasi," lanjutnya.


Kontributor: Syaiful Chabib