SC: Dua Pleno Muktamar Ke-35 NU Berjalan Baik
NU Online · Jumat, 28 Agustus 2026 | 20:15 WIB
Sekretaris Panitia SC Muktamar Ke-35 NU Prof M Nuh di Jombang, Jawa Timur, Jumat (28/8/2026). (Foto: NU Online/Fathur)
M Fathur Rohman
Kontributor
Jombang, NU Online
Sidang Pleno II Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang mengagendakan pembahasan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2021-2026 rampung digelar.
Sidang yang dipimpin Sekretaris Steering Committee (SC) Muktamar Ke-35 NU Prof Mohammad Nuh ini menjadi agenda kedua dalam rangkaian sidang pleno usai sebelumnya Sidang Pleno I merampungkan pembahasan tata tertib muktamar.
Prof Nuh mengatakan LPJ PBNU didahului pengantar dari Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar kemudian disampaikan langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf. Setelah itu forum memberikan kesempatan bagi perwakilan Pengurus Wilayah (PWNU) dari berbagai daerah untuk menyampaikan pandangan umum.
"Alhamdulillah, dua agenda utama, dua pleno sudah bisa kita lalui dengan sangat baik. Tadi sebelumnya pleno pertama menyiapkan agenda acara plus tata tertib, pleno kedua ini tadi yang baru selesai laporan pertanggungjawaban PBNU," kata Mohammad Nuh.
Ia menjelaskan mekanisme penyampaian pandangan umum tidak dilakukan oleh seluruh Pengurus Cabang (PCNU) mengingat jumlahnya yang mencapai ratusan, sehingga akan memakan waktu terlalu lama apabila masing-masing diberi kesempatan bicara.
"Ya ada berapa ratus PC, 5 menit kali ratus itu jadi puluhan jam. Oleh karena itu kita ambil perwakilan melalui PW-PW dan PW-nya pun juga kita bagi per pulau-pulau besar," ujarnya.
Ia merinci perwakilan yang menyampaikan pandangan mewakili wilayah-wilayah besar meliputi Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Jawa termasuk Madura, Bali, NTB, hingga NTT.
Dari mekanisme perwakilan tersebut, sebanyak 11 PWNU beserta Pengurus Cabang Istimewa (PCINU) Jepang menyampaikan pandangan umum dalam sidang.
Prof Nuh menyebut seluruh perwakilan yang menyampaikan pandangan menyatakan penerimaan terhadap LPJ PBNU meski disertai sejumlah masukan dan catatan perbaikan.
"Dari sampling yang menyampaikan itu, 11 termasuk PCI Jepang itu menyampaikan semuanya menerima dengan baik. Tentu ada beberapa saran dan seterusnya, tapi prinsipnya menerima dengan baik," katanya.
Prof Nuh mengonfirmasi bahwa 11 PWNU dan PCI tersebut merupakan sampling representatif dari keseluruhan peserta muktamar, termasuk perwakilan dari kalangan PCI internasional atau istimewa.
"11 PW dan PCI internasional atau istimewa. Itu sampling semuanya," ujarnya.
Ia menjelaskan forum tidak memberikan ruang tambahan bagi pihak yang hendak menyatakan penolakan, mengingat dari hasil sampling tersebut tidak ditemukan adanya pandangan yang menolak LPJ PBNU secara keseluruhan.
"Secara statistik, oh berarti nerima semua. Saya tanya ada nggak yang nolak? Kalau nggak ada yang nolak, berarti sudah selesai, nggak perlu menyampaikan," katanya.
Prof Nuh menegaskan bahwa penerimaan LPJ PBNU tersebut tetap disertai sejumlah catatan perbaikan, sebagai bagian yang dianggapnya wajar dalam forum organisasi. "Ada perbaikan, wajar lah," ujarnya.
Dengan rampungnya Sidang Pleno II, Laporan Pertanggungjawaban PBNU masa khidmah 2021-2026, baik dari unsur Tanfidziyah maupun Syuriyah dinyatakan diterima oleh forum Muktamar ke-35 NU.
Ia menambahkan, rangkaian sidang selanjutnya akan dilanjutkan dengan sidang-sidang komisi yang akan digelar pada malam hari.
"Alhamdulillah, selesai. Malam ini, itu kita akan masuk di sidang komisi. Seluruh komisi jalan semua," pungkasnya.
Terpopuler
1
Para Kiai Sepuh Sarankan Presiden Prabowo Tindak Tegas Pejabat yang Ikut Campur Muktamar Ke-35 NU
2
Muktamar Ke-35 NU Dibuka Kamis 27 Agustus Pukul 15.00 WIB oleh Presiden Prabowo
3
Khutbah Jumat: Bulan Maulid, Kembali Membaca Sirah Nabawiyah untuk Diteladani
4
Anjuran Merayakan Maulid Nabi Muhammad dan Dalil-Dalilnya
5
Dijual Setan Muktamar
6
Khutbah Jumat: Mengambil Teladan dari Model Kepemimpinan Nabi
Terkini
Lihat Semua