Nasional MUKTAMAR KE-35 NU

Tiba di Jombang, Rombongan PCNU Pringsewu Puji Pelayanan Panlok Muktamar Ke-35 NU

NU Online  ·  Kamis, 27 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Tiba di Jombang, Rombongan PCNU Pringsewu Puji Pelayanan Panlok Muktamar Ke-35 NU

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Pringsewu, Lampung, Arif Lukman, saat tiba di lokasi Muktamar. (Foto: NU Online/Boy)

Jombang, NU Online

Rombongan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pringsewu, Lampung, memuji sambutan hangat dan pelayanan Panitia Lokal (Panlok) Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.


Pujian tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Cabang (PC) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Pringsewu, Lampung, Arif Lukman, saat tiba di lokasi Muktamar.


“Panlok sangat ramah dalam memberi pelayanan kepada muktamirin. Sambutannya hangat, antusias masyarakat juga sangat tinggi. Penyediaan tempat penginapan layak, banyak fasilitas gratis seperti makan, kopi, transportasi,” katanya kepada NU Online.


Arif mengatakan rombongannya berangkat dari Pringsewu, Lampung, pada Selasa (25/8/2026) pagi dengan menggunakan dua bus, satu mobil Toyota HiAce, dan empat mobil pribadi. Rombongan tersebut diikuti pengurus PCNU dan badan otonom (banom).


Sebelum menuju lokasi Muktamar, rombongan terlebih dahulu berziarah ke makam Raden Santri di Gunung Pring, Muntilan, Magelang.


“Sampai di sini Rabu siang tadi jam 13.00. Berziarah ke makam KH Wahab Hasbullah, keliling expo dan bazar, setelah itu ke penginapan Sekolah Al-Madinah,” ujarnya.


Arif menyampaikan rombongan PCNU Pringsewu yang tidak terdaftar sebagai peserta resmi Muktamar akan kembali ke Lampung pada Sabtu (29/8/2026).


Bagi Arif, Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, merupakan Muktamar kedua yang dihadirinya. Sebelumnya, ia menghadiri Muktamar Ke-34 NU di Lampung.


“Untuk para peserta Muktamar, kami berharap dapat bermusyawarah dengan penuh keakraban. Jangan sampai ada perpecahan di NU. Karena jika itu terjadi tidak cuma NU saja, tetapi negara akan rugi,” ungkapnya.


Arif juga menyambut positif permohonan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Pergunu KH Asep Saifuddin Chalim kepada KH Nurul Huda Djazuli untuk bersedia menjadi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).


Ia berharap NU kembali kepada khittah sebagai organisasi keagamaan dan tidak menjadi organisasi politik.


Arif menekankan pentingnya menjaga keutuhan, kerukunan, dan kebersamaan seluruh elemen yang terlibat dalam Muktamar Ke-35 NU.


“Semoga Muktamar Ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, ini dapat berjalan dengan lancar dan damai sampai akhir,” pungkasnya.