Warga Muhammadiyah Hadir di Muktamar Ke-35 NU, Dapat Madu Gratis hingga Soto Dibayari
NU Online · Jumat, 28 Agustus 2026 | 19:30 WIB
Jombang, NU Online
Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, tidak hanya menarik perhatian warga Nahdliyin. Rosyad Faruq, warga Muhammadiyah asal Bandung, Jawa Barat, turut datang untuk merasakan langsung suasana hajatan besar warga NU tersebut.
Rosyad berasal dari keluarga besar Muhammadiyah. Ia menempuh pendidikan di lingkungan Muhammadiyah sejak sekolah dasar hingga pesantren, serta aktif selama 14 tahun di Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) hingga tingkat pusat.
Kedatangannya ke Muktamar dilatarbelakangi rasa penasaran untuk merasakan langsung euforia hajatan besar warga Nahdliyin. Terlebih, saat ini ia sedang bermukim di Jawa Timur dan lokasinya tidak jauh dari arena Muktamar.
Baca Juga
Cak Nun, NU atau Muhammadiyah?
“Saya sudah sering bersua dengan kader Nahdliyin, khususnya pengurus banom NU seperti IPNU dan IPPNU, di berbagai kesempatan semasa menjadi aktivis organisasi. Paling penting karena memang saya penasaran ingin merasakan langsung euforia hajatan besarnya warga Nahdliyin,” ujarnya.
Selama berada di kawasan Muktamar, Rosyad mengaku mendapat sambutan yang hangat. Ia tidak merasakan adanya perlakuan berbeda meski dirinya berasal dari lingkungan Muhammadiyah.
“Sangat ramah, tak ada yang membeda-bedakan,” katanya kepada NU Online, Jumat (28/8/2026).
Menurut Rosyad, banyak pengalaman sederhana tetapi berkesan yang ia dapatkan selama berada di arena Muktamar. Niat awalnya hanya ingin melihat euforia hajatan tetangga, tetapi justru pulang membawa banyak cerita.
“Niatnya cuma pengen tahu euforia hajat tetangga, eh tahu-tahu jadi kenyang karena dapat madu gratis dari LAZISNU, beli soto dibayarin sama yang duduk di sebelah, air minum dikasih sama warga pondok, roti-kopi yang disuguhin di setiap pojok lesehan,” tuturnya.
Pengalaman yang paling berkesan baginya terjadi ketika menunggu giliran shalat di teras masjid. Saat itu, ia duduk berdekatan dengan rombongan ibu-ibu Muslimat NU. Tanpa banyak basa-basi, ia justru ditawari camilan yang mereka bawa.
“Sambil dengar cerita mereka yang penuh semangat buat bisa hadir memeriahkan Muktamar sekalipun bukan peserta sidang,” ungkapnya.
Bagi Rosyad, keramahan yang ia temui menjadi pengalaman tersendiri dalam melihat keberagaman warga yang hadir di Muktamar. Ia menilai perjumpaan tersebut menunjukkan bahwa perbedaan latar belakang organisasi tidak menjadi penghalang untuk saling berbagi dan bersilaturahmi.
Ia pun menggambarkan pengalamannya dengan lirik yang belakangan populer di kalangan warga Nahdliyin.
“Intinya Muktamar NU ke-35 ini sesuai dengan lirik lagu yang sempat viral beberapa waktu belakangan, melu NU pancen nikmat, ngalor-ngidul gowo berkat,” ujarnya sembari berkelakar.
Rosyad berharap Muktamar ke-35 NU dapat membawa NU semakin responsif terhadap persoalan masyarakat. Ia juga berharap NU terus bertransformasi dalam menjaga kerukunan dan keberagaman di tengah masyarakat.
“Semoga NU semakin bertransformasi menjadi organisasi yang selalu responsif dalam menjaga kerukunan dan keberagaman masyarakat di akar rumput,” pungkasnya.
Kontributor: Achmad Subakti
Terpopuler
1
Para Kiai Sepuh Sarankan Presiden Prabowo Tindak Tegas Pejabat yang Ikut Campur Muktamar Ke-35 NU
2
Muktamar Ke-35 NU Dibuka Kamis 27 Agustus Pukul 15.00 WIB oleh Presiden Prabowo
3
Khutbah Jumat: Bulan Maulid, Kembali Membaca Sirah Nabawiyah untuk Diteladani
4
Anjuran Merayakan Maulid Nabi Muhammad dan Dalil-Dalilnya
5
Dijual Setan Muktamar
6
Khutbah Jumat: Mengambil Teladan dari Model Kepemimpinan Nabi
Terkini
Lihat Semua