NU Online
Keislaman
Advertisement Banner
600×80

Nasional

Kumpulan artikel kategori Nasional

Menampilkan 12 artikel (Halaman 4002 dari 4003)
Said Aqil: Bibit Radikalisme Telah Ada Sejak Zaman Rasulullah
Nasional

Said Aqil: Bibit Radikalisme Telah Ada Sejak Zaman Rasulullah

Jakarta, NU OnlinePersoalan radikalisme yang berkembang di Indonesia, sejatinya telah muncul di zaman Rasulullah, sehingga tidak heran jika kemudiaan sekarang ini radikalisme muncul dimana mana. Hal tersebut ditegaskan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Said Aqil Siroj di hadapan ratusan ulama NU dan kiyai pesantren se Indonesia yang hadir pada acara konsolidasi ulama pesantren tingkat nasional yang digelar Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) di Hotel Kaisar Jakarta Ahad (1/4).

Ahmad Tohari: Kata adalah Makhluk Allah
Nasional

Ahmad Tohari: Kata adalah Makhluk Allah

Jakarta, NU Online“Kata adalah makhluk ciptaan Allah yang tak kurang nilainya dari makhluk yang lain. Kiai D Zawawi Imron ini memelihara makhluk Allah dengan baik. Dan alhamdulillah, D Zawawi Imron ini adalah Kiai NU,” ungkap Ahmad Tohari, novelis NU dalam sambutan acara Pidato Kebudayaan D Zawawi Imron di Aula PBNU lt.8, Rabu, (28/3).Sejumlah 300 orang lebih memadati Aula PBNU. Mereka datang memenuhi undangan khusus maupun undangan terbuka yang mereka dapati di sosial media. Pelbagai latar belakang domisili, status, usia, dan profesi larut dalam acara Pidato Kebudayaan ini.

Masjid Al-Munawwarah Luncurkan Madrasah Diniyah
Nasional

Masjid Al-Munawwarah Luncurkan Madrasah Diniyah

Jakarta, NU OnlineProsesi peluncuran (launching) Madrasah Diniyah Al-Munawwarah mengiringi hajatan Khotmul Qur’an Taman Pendidikan al-Qur’an (TPQ) Al-Munawwarah yang digelar Masjid Jami’ Al-Munawwarah Yayasan KH Abdul Wahid Hasyim Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Ahad (1/4). Lembaga baru ini menjadi wahana pendidikan keagamaan tingkat lanjut bagi wisudawan dan wisudawati yang baru saja purna dari TPQ.Secara resmi peluncuran dilakukan oleh Ketua Pembina Yayasan KH Abdul Wahid Hasyim dr KH Umar Wahid. Tampak hadir dalam penyelenggaraan ini Sekretaris Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) KH Nurul Yaqin Ishaq, Koordinator Qiro’ati untuk Wilayah Jakarta-Banten-Jawa Barat KH Abu Bakar Dahlan, Koordinator Kecamatan Qiro’ati se-Jakarta Selatan KH Zainuri, dan Ketua Pentashih Qiro’ati se-Jabodetabeka Abdul Salam, serta sejumlah pengurus Yayasan KH Abdul Wahid Hasyim.“Kami sangat bangga sekali dengan hasil yang dicapai TPQ Al-Munawarah ini. Untuk meneruskan pendidikan para santri, maka kami dirikan Madrasah Diniyah,” ujar Arif Rahman Baidlawi saat mewakili Ketua Pembina Yayasan yang sedang berhalangan naik ke atas panggung.Madrasah Diniyah tersebut rencananya tidak hanya dikhususkan bagi para alumni TPQ Al-Munawwarah. Melalui proses kualifikasi yang layak, calon santri dapat datang dari mana saja, dan berkesempatan mengikuti pendidikan di lembaga yang telah mendapat restu dari Almarhum KH Abdurrahman Wahid ini.Prosesi Khotmul Qur’anSebelum peluncuran, kurang lebih 600-an peserta mengikuti hajatan Khatmul Qur’an yang berlangsung sangat meriah. Sejak pukul 07.00 WIB, wisudawan dan wisudawati diarak keliling Kelurahan Ciganjur dengan iringan musik rebana. Hentakan kaki para santri sepanjang arakan mampu menggugah warga Ciganjur untuk turut antusias menyemarakkan perayaan.Usai diarak, para calon santri Madrasah Diniyah Al-Munawwarah yang rata-rata berusia 10 tahun ini mendemonstrasikan kebolehan mereka di atas panggung. Pada sesi imtihan (ujian) satu-persatu tamu undangan menanyakan soal-soal rumit seputar hafalan surat, doa-doa, uraian ilmu tajwid, bahkan bacaan-bacaan gharib wa musykilat di dalam al-Qur’an. Dalam waktu singkat, segudang pertanyaan itu mampu diatasi para santri tanpa hambatan.Kali ini TPQ Al-Munawwarah mewisuda sebanyak enam santri yang terdiri dari lima santri putri dan satu santri putra. Mereka telah menempuh pendidikan kurang lebih selama dua tahun. Dalam jangka itu, mereka diajar oleh para guru kompeten menggunakan metode Qiro’ati, rumusan KH Dahlan Zarkasyi Semarang.Menurut Ketua Harian Dewan Kemakmuran Masjid Jami’ Al-Munawwarah H Syaifullah Amin, jumlah wisudawan wisudawati itu tergolong lumayan banyak. Sebab, di samping diselenggarakan perdana, pendidikan al-Qur’an metode Qiro’ati mempunyai standar kualifikasi yang sangat tinggi dan ketat. “Di tempat lain jumlah yang diwisuda malah ada yang lebih rendah dari ini. Bagi kami yang terpenting adalah kualitas. Meskipun secara kuantitas memang perlu untuk terus ditingkatan,” tukasnya.Redaktur: Mukafi NiamPenulis   : Mahbib Khoiro

Abdul Mun‘im: Pidato Kebudayaan Hidupkan Kerohanian
Nasional

Abdul Mun‘im: Pidato Kebudayaan Hidupkan Kerohanian

Jakarta, NU Online“Pidato kebudayaan semacam ini menjadi penting di tengah kesibukan politik dan sepinya gerakan kebudayaan. Pidato kebudayaan diadakan tanpa nafsu. Artinya pidato kebudayaan menjadi sebentuk gerakan kerohanian,” ungkap Abdul Mun‘im DZ, aktivis kebudayaan NU dalam sambutan acara Pidato Kebudayaan D Zawawi Imron di Aula PBNU lt.8, Rabu, (28/3).Lebih dari 300 orang memenuhi aula PBNU. Mereka datang dari pelbagai daerah dan beragam latar belakang, termasuk jajaran pengurus PBNU. Mereka dengan antusias mengikuti rangkaian acara Pidato Kebudayaan yang dibawakan oleh Alex Komang, senias film Indonesia. Mereka sebagai masyarakat tampak menunggu gerakan kebudayaan semacam ini.

Muslimat Jateng Minta Jaga Harmoni Keluarga
Nasional

Muslimat Jateng Minta Jaga Harmoni Keluarga

Brebes, NU OnlineKetua Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU Jawa Tengah Prof Dr Ismawati MAg mengaku galau terhadap tingginya angka permintaan perceraian di Pantura Barat Jawa Tengah. Permintaan perceraian itu, justru datang dari kaum perempuan, akibat dipicu oleh ulah perempuan yang telah mengambil peran sebagai laki-laki. Untuk itu, dia meminta kepada Nahdliyin (warga NU) untuk mempelopori menjaga keharmonisan keluarga bangunan keluarga agar tetap kokoh, sakinah mawadah warahmah.Kegalauan tersebut disampaikannya, saat memberikan sambutan pada puncak Hari Lahir (Harlah) ke-66 Muslimat NU Kabupaten Brebes di Pondok Pesantren Darussalam Jatibarang Kidul, Jatibarang Brebes, Sabtu (31/3).

Jaring Aspirasi, NU Tulungagung Adakan Forum Masyayikh Nahdliyin
Nasional

Jaring Aspirasi, NU Tulungagung Adakan Forum Masyayikh Nahdliyin

Tulungagung, NU Online. Sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia bahkan di dunia, keberadaan Nahdlatul Ulama’ (NU) memiliki peran dan fungsi yang tidak kecil dalam masyarakat. NU yang lahir sejak tahun 1926 tetap konsisten ikut mengawal perjuangan rakyat Indonesia dan membantu menyalurkan aspirasi umat kepada pemerintah. Selain memiliki tugas melestarikan ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah, NU juga bertanggung jawab dalam memperjuangkan kemashlahatan umat, lebih-lebih kemaslahatan rakyat jelata yang sering kali tidak tersampaikan ketika menyalurkan aspirasi kepada pemerintah.

LDNU Hadiri Diskusi Multikultural Kemenag di Gorontalo
Nasional

LDNU Hadiri Diskusi Multikultural Kemenag di Gorontalo

Gorontalo, NU OnlinePengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) menghadiri Diskusi Pengembangan Wawasan Multikultural Antar Pemuka Agama Pusat dan Daerah di Provinsi Gorontalo, Senin-Jum'at (2-6/4).Wakil Sekretaris PP LDNU H Syaifullah Amin di sela acara pembukaan mengungkapkan, kegiatan ini diharapkan dapat mempererat hubungan dan komunikasi di antara para pemeluk agama. Hubungan kerukunan antar umat beragama ini diharapkan dapat berlangsung secara aktif, bukan sekedar pasif. 

Masdar: Jariyah NU untuk Negara Cukup Besar
Nasional

Masdar: Jariyah NU untuk Negara Cukup Besar

Jakarta, NU OnlineSebagai pesantren besar, Nahdlatul Ulama yang lahir sebelum Indonesia merdeka, dalam perjalanan sejarahnya, telah berulang kali berkontribusi untuk keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).Beberapa kontribusi itu antara lain, pada tanggal 18 Agustus 1945 dimana saat perumusan UUD 45 terhadap pencoretan tujuh kata dan yang telah memberikan persetujuan akbar NU yakni KH. Hasyim Asy'ari dan kemudian diamini oleh tim perumus. Jika saja KH. Hasyim Asy'ari sebagai representasi NU tidak memberikan persetujuan, bisa jadi Indonesia akan bercerai berai.

NU Pamekasan Dambakan Universitas NU
Nasional

NU Pamekasan Dambakan Universitas NU

Pamekasan, NU OnlineSemuanya harus bermula dari mimpi. Sebagai organisasi terbesar di Indonesia, bukan hal mustahil NU mampu mendirikan universitas di berbagai daerah yang ada di Indonesia. NU Pamekasan punya visi-misi untuk mewujudkan hal itu.Demikian disampaikan ketua PCNU Pamekasan KH Abdul Ghoffar saat memberi sambutan pengarahan dalam pertemuan bulanan ISNU yang ditempatkan di kediaman sekretaris ISNU Pamekasan H Romli, Galis, Pamekasan, Jumat (30/3) malam.