Dampak Banjir Sumatra: Gatal, Demam, Batuk, dan Penyakit Menular Jadi Ancaman Serius
Warga mulai terserang gatal, demam, dan batuk setelah banjir surut. Risiko penyakit menular meningkat karena sanitasi dan air bersih terganggu.
Kumpulan artikel kategori Nasional
Warga mulai terserang gatal, demam, dan batuk setelah banjir surut. Risiko penyakit menular meningkat karena sanitasi dan air bersih terganggu.
Kiai Said menilai persoalan tambang membawa lebih banyak mudarat bagi NU. Lebih baik perkuat kemandirian, karena NU tetap bisa maju tanpa harus kelola tambang.
Banjir bandang Sumatra dipengaruhi endapan purba dan ulah manusia. Eks Kepala BMKG menilai risiko meningkat karena kawasan makin terbuka.
Silaturahim Mustasyar dengan jajaran PBNU berlangsung di Tebuireng. Sejumlah tokoh telah tiba di lokasi, termasuk KH Said Aqil, Prof Nuh, dan Gus Yahya.
Oligarki memperparah kejahatan ekologis yang mengancam masa depan bangsa. Eksploitasi alam harus dibatasi dengan etika lingkungan yang kuat.
Asrama pesantren di Pidie Jaya dan Bireuen ambruk diterjang banjir dan longsor. Pemerintah belum beri perhatian. Tim NU Peduli turun, salurkan bantuan.
Dominasi beras dalam pola makan dipengaruhi cara pandang yang berpusat di Jawa. Pakar mendorong penguatan pangan lokal di berbagai wilayah.
Syuriyah PBNU menyampaikan apresiasi atas undangan Tebuireng. Mereka memohon penjadwalan ulang karena agenda Rapat Pleno sudah ditetapkan.
Isu waktu Subuh yang terlalu cepat kembali mencuat. LFNU menegaskan, hasil pengamatan ilmiah menunjukkan waktunya sudah sesuai. Berikut penjelasannya.
Pertumbuhan perkebunan sawit dan penebangan pohon secara liar makin menjadi-jadi, mengabaikan hukum dan masukan para ahli.
Zapu dan keladi hadir sebagai warisan kuliner Nusantara. Keduanya tetap bertahan lewat tangan-tangan yang menjaga tradisi.
Tujuh pimpinan banom NU menyerukan musyawarah jernih untuk merespons persoalan di PBNU. Mereka mendorong tabayun dan dialog demi menjaga persatuan.