Innalilahi, Kiai Muzammil Tokoh Maiyah Wafat
KH Ahmad Muzammil adalah Pengasuh Pondok Pesantren Rohmatul Umam Kretek, Bantul, Yogyakarta yang dikenal akrab dengan budayawan Emha Ainun Najib atau Cak Nun. Ia wafat Kamis 27 Mei 2021 dinihari.
Kumpulan artikel kategori Obituari
KH Ahmad Muzammil adalah Pengasuh Pondok Pesantren Rohmatul Umam Kretek, Bantul, Yogyakarta yang dikenal akrab dengan budayawan Emha Ainun Najib atau Cak Nun. Ia wafat Kamis 27 Mei 2021 dinihari.
Ketua PWNU DKI Jakarta, KH Syamsul Maarif menceritakan sejak tahun 1982 di Pesantren Tebu Ireng, almarhum KH Kamaluddin Machsan sudah menjadi penegak disiplin para santri, sebagai Kepala Keamanan Pondok.
Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikmah 1 Benda, Sirampog, Brebes, Jawa Tengah, wafat pada Ahad 23 Mei 2021 pukul 15.30 WIB di RSI Harapan Anda, Tegal. Almarhum meninggal dunia pada usia 89 tahun.
Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun, Bumi Serambi Makkah kembali berduka. Tgk Ibrahim Usman atau akrab disapa Waled Ibrahim yang merupakan pimpinan Dayah Raudhatut Thalibah Ulee Titi (Dayah Putri Ulee Titi), Ingin Jaya, Aceh Besar berpulang ke Rahmatullah pada Sabtu (22/5).
Nyai Afifah, istri dari almarhum KH Sya’roni Ahmadi Kudus ini tercatat sebagai pengurus Muslimat NU Kudus, Jawa Tengah. Sebelum wafat almarhum sempat sakit dan dirawat beberapa hari saat lebaran di Rumah Sakit Islam Kudus.
Ketua PCNU Boyolali H Masruri menyampaikan bela sungkawa yang mendalam. “NU kehilangan salah satu kiai muda terbaik di Boyolali. Meski masih muda, Kiai Solikhin sudah menjadi mercusuar dan rujukan warga NU," ungkapnya.
Semasa hidupnya ada banyak pelajaran dan nilai keteladanan yang patut dicontoh dari sosok AGH Sanusi Baco. Mulai dari cara menyampaikan dakwah hingga tutur katanya yang menyejukkan hati.
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un, kabar duka datang dari Blora, Jawa Tengah. Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Blora, KH Machsun Usman wafat, Ahad (16/5) sore.
Setelah merasa cukup dengan belajar kepada beberapa guru ngaji di desanya, Gurutta Sanusi Baco kemudian mondok di Darud Da'wah wal Irsyad (DDI) Ambo Dalle selama delapan tahun. Setelah lulus aliyah pada tahun 1958, Gurutta Sanusi Baco hijrah ke Makassar dan mengajar ngaji di beberapa tampat.
"Beliau merupakan suri teladan bukan hanya bagi warga NU (Nahdlatul Ulama), juga masyarakat Sulawesi Selatan dan Indonesia," kata Khaeroni usai melayat di rumah duka di Jl Kelapa 3 Kota Makassar, Sabtu (15/5) malam.
“Pak Nasar pernah mengikuti AGH Sanusi Baco,” kata Kiai Mahbub.
Saat di Mesir, AGH Sanusi Baso dan Gus Dur hampir setiap hari bertemu sebab tinggal di satu asrama yang bernama Madinatul Bu'uts Al-Islamiyah.