Innalillahi, Habib Abu Bakar Al-Adni bin Ali Al-Masyhur Tutup Usia
Telah wafat Habib Abubakar Al-Adni bin Ali Al-Masyhur pada Rabu (27/7/2022). Almarhum wafat pada usia 70an tahun karena sebelumnya sakit.
Kumpulan artikel kategori Obituari
Telah wafat Habib Abubakar Al-Adni bin Ali Al-Masyhur pada Rabu (27/7/2022). Almarhum wafat pada usia 70an tahun karena sebelumnya sakit.
H Andi Mapparola, Ketua Dewan Penasehat Pimpinan Cabang GP Ansor Bulukumba dan sebagai Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Bulukumba wafat, Senin (25/7/2022) malam.
Kakanwil Kemenag Kaltim Masrawan dan lima anggota keluarganya meninggal dunia karena kecelakaan di ruas Jalan Trans Kalimantan Desa Sakakajang, Jabiren Raya, Pulang Pisau, Ahad (17/7/2022).
Ia wafat saat perjalanan menuju kampusnya untuk bimbingan dengan dosennya mengenai disertasi yang tengah diselesaikannya.
Ummi Hj Khairiah binti Muhammad Kasem. Istri dari ulama kharismatik Aceh Al-Mukarram Al-Mursyid Abu Kuta Krueng pimpinan Dayah Darul Munawwarah Kuta Krueng Kabupaten Pidie Jaya, Sabtu (2/7/2022) pukul 21.30 WIB di kediamannya kompleks Dayah Putri Darul Munawwarah Kuta Krueng.
KH Rosyidi meninggal dalam usia 76 tahun pada Rabu (29/6/2022) pukul 15.36 WIB di Rumah Sakit Islam Kota Tegal. Iring-iringan ribuan petakziah tersebut mengular dari kediaman rumah duka, ke Masjid Al Ittihad hingga ke pemakaman.
Abi Rusydi merupakan sosok yang sangat aktif di dunia dakwah dan pendidikan. Ia bahkan akrab dengan berbagai kalangan baik masyarakat biasa, kalangan dayah termasuk aparatur pemerintahan.
Innalilahi wainna ilaihi rajiun. Bumi Aceh kembali duka dengan meninggalnya salah seorang ulama kharismatik Aceh, H Muhammad Daud atau Abu Daud Lhoknibong, Ahad (19/6/2022) sekitar pukul 07.30 WIB.
“Jika kamu mau panen dalam empat bulan, tanamlah padi. Jika kamu mau panen dalam lima tahun, tanamlah pohon Sengon. Jika kamu mau panen dalam sepuluh tahun, tanamlah pohon jati. Tapi jika kamu mau panen selamanya, maka didiklah kadermu,” bunyi salah satu meme mengutip Eman.
Suatu ketika, Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Dimyati Rois sakit. Badannya demam cukup tinggi hingga 40 derajat dan 13 hari di kamar tanpa pernah keluar. Bahkan, Abah Dim, sapaan akrabnya, tidak mau dibawa periksa ke dokter.
Untuk menjelaskan pernyataan ini kemudian Mbah Dim cerita soal peran Kiai Wahab dalam proses perebutan kembali Irian Barat (Papua).
Perhatian Mbah Dim, begitu KH Dimyati Rois karib disapa, tidak lepas dari kondisi para pemuda yang larut dengan modernisasi sehingga kerap melupakan ajaran dan kearifan para ulama. Seperti kegelisahan para kiai pada umumnya, Mbah Dim juga mengungkapkan jumlah ulama dan kiai kian hari makin berkurang.