Adakah Fadhilah Tarawih Per Hari?
Setiap Ramadhan selalu beredar hadits yang berisi keutamaan shalat tarawih setiap harinya, mulai hari pertama hingga hari terakhir. Bagaimana sebenarnya hadits itu? Layakkah kita meyakini dan menyebarkannya?
Kumpulan artikel kategori Ramadhan
Setiap Ramadhan selalu beredar hadits yang berisi keutamaan shalat tarawih setiap harinya, mulai hari pertama hingga hari terakhir. Bagaimana sebenarnya hadits itu? Layakkah kita meyakini dan menyebarkannya?
Shalat witir secara bahasa bermakna ganjil. Shalat witir berarti shalat yang bilangan rakaatnya adalah ganjil. Shalat witir dapat dikerjakan sebanyak satu, tiga, lima rakaat, dan seterusnya hingga sebelas rakaat. Shalat witir tetap dianjurkan pada bulan Ramadhan. Shalat witir pada bulan Ramadhan biasanya dikerjakan sebanyak tiga rakaat setelah shalat Tarawih.
Dalam sejarah Islam, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan umatnya menjumpai dua peperangan yang terjadi di bulan Ramadhan; Waq’atul Badr (Perang Badar) dan Fathu Makkah (Pembebasan Makkah).
Di antara serangkaian amalan sunnah di bulan suci Ramadhan adalah beri’tikaf. Kendati termasuk amalan sunnah yang bisa dilakukan kapan saja, tetapi khususnya di bulan Ramadhan, i’tikaf lebih dianjurkan, terutama di sepuluh malam terakhir.
Seperti dijelaskan Imam Nawawi al-Bantani dalam Kâsyifatus Sajâ, untuk puasa wajib, termasuk puasa bulan Ramadhan, niat yang demikian itu harus dilakukan setiap malam karena puasa dalam tiap-tiap harinya adalah satu ibadah tersendiri. Dengan demikian, bila seseorang lupa belum berniat pada malam hari maka puasa pada siang harinya dianggap tidak sah.
Shalat tarawih dianjurkan untuk dilaksanakan secara berjamaah. Shalat tarawih berjamaah memiliki keutamaan yang luar biasa. Tetapi mereka yang uzur untuk berjamaah dapat melakukan shalat tarawih sendiri baik di masjid maupun di rumah.
Selama bulan Ramadhan, Malaikat Jibril menemui Nabi Muhammad setiap malamnya. Kesempatan itu tidak disia-siakan. Beliau selalu mentadaruskan Al-Qur’an di hadapan Jibril setiap malam bulan Ramadhan.
Qais bin Shirmah al-Anshari adalah sahabat Nabi dari kalangan Anshar. Dia sehari-harinya bekerja sebagai seorang buruh di kebun kurma. Meski demikian, Qais bin Shirmah merupakan sahabat yang menjadi ‘penyebab’ turunnya Al-Qur’an Surat al-Baqarah ayat 187 .
Istilah tarawih sendiri belum ada pada masa Nabi. Nabi hanya mencontohkan shalat malam yang beliau lakukan selama Ramadhan. Baru belakangan di masa Khalifah Umar bin Khattab, shalat di malam hari Ramadhan ini disebut tarawih, dan mulai diselenggarakan secara berjamaah.
Mengatur waktu sehari-hari memang sulit. Terbukti sebagian dari kita lebih banyak menghabiskan waktunya dengan kontraproduktif. Gawatnya kita terus terjebak dalam bayang-bayang pembelaan diri, untuk kepentingan diri kita sendiri. Salah satunya adalah “Saya sedang lemas.”
Rumusnya, masuknya sesuatu tanpa disengaja ke lubang tujuh, ditoleransi (tak membatalkan puasa) ketika terjadi pada aktivitas sunnah atau wajib dan dilakukan secara wajar. Di luar itu, statusnya sama dengan memasukkan sesuatu dengan sengaja: batal.
Dalam kitabnya, Maqâshid al-Shaum, Sulthân al-Ulamâ’, Imam Izzuddin bin Abdissalam al-Sulami (w. 660 H) mengatakan paling tidak ada tujuh faedah puasa di bulan Ramadan yang satu sama lainnya saling terkait. Faedah yang dibicarakan di sini adalah soal “pembangunan diri”, baik dari sisi agama (pahala) maupun individu.