NU Online
Keislaman
Advertisement Banner
600×80

Riset-blaj

Kumpulan artikel kategori Riset-blaj

Menampilkan 12 artikel (Halaman 2 dari 4)
Tradisi Desa Cikondang dan Potret Pendidikan Agama di Dalamnya
Riset BLAJ

Tradisi Desa Cikondang dan Potret Pendidikan Agama di Dalamnya

Perjumpaan dua sistem kebudayaan antara Islam dan budaya lokal telah melahirkan dialektika budaya yang menghasilkan integrasi budaya. Persilangan antara nilai-nilai Islam dan budaya lokal membawa konsekuensi terjadinya akulturasi budaya. Akulturasi dikenal dengan nama kontak budaya, yaitu suatu proses yang muncul dalam lingkungan sosial tertentu karena dihadapkan dengan adanya beberapa unsur budaya asing. 

Peneliti BLAJ: Perlu Dirumuskan Konsep Nasionalisme Berbasis Teks Keagamaan
Riset BLAJ

Peneliti BLAJ: Perlu Dirumuskan Konsep Nasionalisme Berbasis Teks Keagamaan

Penelitian oleh Balai Litbang Agama Jakarta (BLAJ) tentang Nilai Nasionalisme dalam Teks Keagamaan Islam di Jawa Barat merekomendasikan kepada Balitbang Diklat Kementerian Agama untuk merumuskan konsep dan wacana nasionalisme keagamaan yang berorientasi pada nilai-nilai patriotisme/anti kolonialisme, cinta tanah air, nasionalisme (ber)agama dan nasionalisme budaya dalam bentuk buku khususnya untuk wilayah Jawa Barat.

Komunitas Hijrah Jangan Terjebak Politik Praktis
Riset BLAJ

Komunitas Hijrah Jangan Terjebak Politik Praktis

Komunitas hijrah generasi milenial sebaiknya dapat menjaga kemurnian niatan dakwah dengan menjaga dari pengaruh-pengaruh negatif yang memanfaatkan untuk kepentingan-kepentingan politik praktis. Kementerian Agama bersama Ormas Keagamaan perlu memberikan bimbingan kepada komunitas hijrah generasi milenial supaya tidak tidak terjebak pada ideolegi yang bertentangan dengan Islam yang rahmatan lil’alamiin dengan mengoptimalkan peran penyuluh. 

Korelasi Tradisi Nebus Weteng dan Naskah Serat Murtasiyah Cirebon 
Riset BLAJ

Korelasi Tradisi Nebus Weteng dan Naskah Serat Murtasiyah Cirebon 

walnya diucapkan dipitoni (tradisi Jawa) kemudian karena dianggap berat di lidah orang Cirebon sehingga diucapkan menjadi Memitu. Memitu secara tradisi adalah serangkaian kegiatan ritual atau acara adat yang dilakukan atau diadakan oleh „sepasang pengantin‟ yang telah memiliki kandungan pertama yang usia kandungannya mencapai tujuh bulan. Dalam kamus Jawa (lihat Kamus Sansekerta di bawah) juga kamus Bahasa Cirebon, kata pitu berarti tujuh. 

Mengulas Tradisi Manaqib Samman di Betawi
Riset BLAJ

Mengulas Tradisi Manaqib Samman di Betawi

Tarekat Sammaniyyah yang diinisiasi oleh Syaikh Muhammad al-Samman terhitung sebagai salah satu tarekat yang berembang dengan pesat di Nusantara. Selain Sammaniyyah, di kawasan Nusantara juga berkembang tarekat-tarekat lainnya, semisal Syathariyyah, Naqsyabandiyyah Khalidiyyah, Naqsyabandiyyah Muzhariyyah, Qadiriyyah Naqsyabandiyyah (TQN), Syadziliyyah, Tijaniyyah, dan lain sebagainya (lihat Humam: 2014; Mulyati: 2006).