Khutbah Jumat: Peringatan Isra Mi’raj sebagai Momentum Memperbaiki Kualitas Shalat
Isra Mi‘raj menempatkan Shalat sebagai pusat relasi hamba dan Tuhan. Khutbah ini mengulas makna Rajab dan keistimewaan Shalat lima waktu.
Artikel dengan tag "Khutbah Jumat"
Isra Mi‘raj menempatkan Shalat sebagai pusat relasi hamba dan Tuhan. Khutbah ini mengulas makna Rajab dan keistimewaan Shalat lima waktu.
Bagaimana kisah Nabi Muhammad SAW dalam memperjuangkan kewajiban shalat supaya lebih diringankan? Simak Khutbah Jumat berikut.
“Oleh-oleh” berharga yang dibawa Rasulullah dari perjalanan religi Isra' Mi’rajnya adalah ibadah shalat.
Perjalanan dakwah Nabi tidak luput dari cacian dan makian, terkhusus di Thaif. Allah menghibur Rasulullah melalui peristiwa agung Isra Mikraj.
Khutbah Bahasa Jawa ini amar ma'ruf nahi munkar melalui lima syarat: ilmu, niat karena Allah, lemah lembut, sabar, dan menjadi teladan nyata.
Rajab mengajarkan iman tak berhenti di ibadah, tetapi diwujudkan dengan menghentikan konflik, merawat islah, dan membangun perdamaian.
Rezeki yang diperoleh dari cara yang haram akan menyebabkan doa-doa kita tertolak. Berhati-hatilah.
Jika khutbah Jumat panjang tapi shalatnya singkat, Nabi menyebut itu bukan tanda kefaqihan. Sudahkah kita meneladani beliau?
Dengan muhasabah, seorang hamba akan lebih berhati-hati dalam bersikap dan memperbaiki kekurangan diri agar selamat di dunia dan bahagia di akhirat.
Naskah khutbah Jumat ini mengajak jamaah untuk merealiasikan resolusi tahun baru dengan niat yang baik.
Bulan Rajab bukan sekadar penanda datangnya Ramadhan, tetapi momentum bagi setiap insan untuk berbenah dan mempersiapkan diri menyambut bulan suci.
Waktu terus berjalan tanpa henti. Setiap detik adalah kesempatan berharga untuk beramal saleh, meningkatkan ketakwaan.