Hukum Menjadikan Asmaul Husna sebagai Jimat
menggunakan Asmaul Husna untuk dibuat jimat diperbolehkan, dengan catatan meyakini hanya Allah yang bisa memberi manfaat dan menolak keburukan.
Artikel dengan tag "La Ilaha Illallah"
menggunakan Asmaul Husna untuk dibuat jimat diperbolehkan, dengan catatan meyakini hanya Allah yang bisa memberi manfaat dan menolak keburukan.
Dalam amaliah dzikir berjamaah, sang imam seringkali memandu jamaah sebelum dzikir Lâ ilâha illâllâh (Tiada Tuhan selain Allah) dengan kalimat afdlaludz dzikri fa‘lam annahû (أفضل الذكر فاعلم أنه). Perlukah menambah kalimat ini?
Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu ia berkata: “Rasulullah saw berkata, ‘Siapa pun yang akhir ucapannya (ketika menjelang ajal) kalimat La ilaha illallah maka ia masuk surga’.”
Asmaul Husna memiliki keistimewaan-keistimewaan, salah satunya sebagai doa. Jumlah Asmaul Husna ada 99, menurut pendapat yang paling populer.
Secara umum, bertauhid dipahami dengan berikrar bahwa tiada Tuhan selain Allah atau mengucap kalimat Lâ ilâha illallâh dengan penuh keyakinan akan maknanya. Namun dalam perspektif Ahlussunnah wal Jama’ah (Asy’ariyah-Maturidiyah), mengucap kalimat tauhid saja tak cukup