Rasulullah dan Sunnah Keharuman: Jangan Remehkan Bau Badan
NU Online ยท Senin, 22 September 2025 | 11:00 WIB
Muh. Fiqih Shofiyul Am
Kolumnis
Bau badan sering kali tidak hanya menjadi persoalan kesehatan tubuh, tetapi juga berkembang menjadi problem sosial yang menimbulkan ketidaknyamanan bagi orang lain. Seseorang dengan bau badan yang menyengat bisa membuat orang di sekitarnya merasa terganggu, meskipun hal itu sering kali terjadi tanpa ia sadari.
Banyak orang yang mengalami bau badan tidak menyadari bahwa bau tersebut mengganggu orang lain. Hal ini karena penciuman manusia cenderung terbiasa dengan aroma tubuhnya sendiri, sehingga ia tidak mencium bau tak sedap yang dirasakan orang di sekitarnya. Selain itu, sebagian orang kurang memperhatikan perawatan tubuh dengan menggunakan deodoran atau pencegah bau badan lainnya.
Menggunakan deodoran atau anti-perspirant memang merupakan pilihan pribadi. Namun, penting untuk dipahami bahwa bau menyengat bisa menimbulkan polusi sosial. Baby Joewono menyebut bau badan sebagai โpolusi pergaulanโ (Jawa Pos, 31 Agustus 2024, hlm. 18).
Survei dari CNN menyebutkan, 9 dari 10 orang lebih memilih diam saat mencium bau badan tidak sedap. Walau demikian, mereka biasanya menunjukkan gestur menahan napas, mengendus parfum, atau menutup hidung, bahkan cenderung menghindari interaksi lebih lanjut. Banyak orang enggan menegur secara langsung karena khawatir menyinggung perasaan, meskipun bau badan tersebut sampai menimbulkan pusing atau rasa tidak nyaman.
Julia Childs menyebut bahwa penggunaan deodoran adalah norma dasar masyarakat modern. Bahkan, ia menilai bau badan dapat dianggap sebagai bentuk pelanggaran batas sosial.
Perspektif Islam tentang Bau Badan
Dalam Islam, bau badan menyengat bahkan bisa menjadi alasan (udzur) untuk tidak berjamaah di masjid. Tujuannya jelas: menjaga kenyamanan jamaah lain dan mencegah terjadinya gangguan. Syekh Bakri Syatha menegaskan:
ุจูู ู ู ุงูุฃุนุฐุงุฑ ุฃูู ู ูุชู ูุจุตูุ ุฃู ุซูู ุ ุฃู ูุฑุงุซุ ููุฐุง ูุฌู ูู ุญู ู ู ูุชุฌุดุฃ ู ููุ ูุฆ ุฃู ู ุทุจูุฎ ุจูู ูู ุฑูุญ ูุคุฐูุ ูู ุง ุตุญ ู ู ูููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู : ู ู ุฃูู ุจุตูุง ุฃู ุซูู ุง ุฃู ูุฑุงุซุง ููุง ููุฑุจู ุงูู ุณุงุฌุฏ ููููุนุฏ ูู ุจูุชูุ ูุฅู ุงูู ูุงุฆูุฉ ุชุชุฃุฐู ู ู ุง ูุชุฃุฐู ู ูู ุจูู ุขุฏู ูุงู ุฌุงุจุฑ ุฑุถู ุงููู ุนูู ู ุง ุฃุฑุงู ูุนูู ุฅูุง ููุฆู. ุฒุงุฏ ุงูุทุจุฑุงูู: ุฃู ูุฌูุง. ูู ุซู ุฐูู ูู ู ู ุจุจุฏูู ุฃู ุซูุจู โุฑูุญ โุฎุจูุซ
Artinya: "Udzur lainnya adalah makan makanan yang berbau menyengat seperti bawang merah, bawang putih, bawang bakung, atau lobak bagi yang suka bersendawa. Baik mentah maupun matang, selama baunya masih menyengat, maka jangan mendekati masjid. Rasulullah SAW bersabda: โBarang siapa makan bawang merah, bawang putih, atau bawang bakung, maka jangan sekali-kali masuk masjid, hendaknya diam di rumah. Sesungguhnya malaikat merasa terganggu sebagaimana manusia merasa terganggu.โ (Iโanatut Thalibin, [Beirut: Dar al-Faiha, 2020], jilid II, hlm. 98).
Bahkan, dalam konteks rumah tangga, Imam Rafiโi dan Imam Nawawi sepakat bahwa salah satu pasangan boleh melarang pasangannya mengonsumsi makanan yang dapat menimbulkan bau tidak sedap, demi menjaga kenyamanan bersama:
ูููุฒููููุฌู ู ูููุนูููุง ู ููู ุชูุนูุงุทูู ุงูุซููููู ูุ ููู ูุง ูููู โุฑูุงุฆูุญูุฉู โู ูุคูุฐูููุฉู ุนูููู ุงููุฃูุธูููุฑู
Artinya: "Suami boleh melarang istrinya mengonsumsi bawang putih dan hal-hal lain yang berbau menyengat menurut pendapat azhar." (Yahya bin Syarf An-Nawawi, Raudhatut Thalibin, [Beirut: Al-Maktab al-Islami, 1991], jilid IX, hlm. 50; Abu al-Qasim Ar-Rafiโi, Asy-Syarhul Kabir, [Beirut: Darul Kutub Ilmiyah, 1997], jilid X, hlm. 18).
Islam justru sangat menganjurkan umatnya untuk tampil wangi, terutama ketika hendak beribadah berjamaah atau melaksanakan shalat Jumat. Wewangian juga dianjurkan dalam kehidupan rumah tangga, seperti saat berhubungan suami istri, untuk mempererat kasih sayang dan kebahagiaan.
Teladan Rasulullah dalam Merawat Aroma Tubuh
Rasulullah SAW dikenal sangat mencintai wewangian. Banyak riwayat menyebutkan bahwa beliau menyukai aroma harum, bahkan tubuh beliau sendiri memiliki bau yang wangi sebagaimana kesaksian para sahabat dalam kitab-kitab Syamaโil.
Secara sosial, penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang beraroma harum akan lebih percaya diri dan lebih mudah diterima dalam pergaulan. Orang lain pun merasa nyaman berada di dekatnya, terlepas dari faktor fisik seperti ketampanan atau kecantikan. Sebaliknya, bau badan yang menyengat justru membuat orang menjauh, meskipun secara penampilan menarik.
Menjaga kebersihan tubuh agar tidak menimbulkan bau badan bukan sekadar persoalan pribadi, tetapi juga bentuk tanggung jawab sosial. Kita tidak harus selalu menggunakan parfum yang semerbak, namun minimal menjaga agar tubuh tidak menimbulkan bau tak sedap dengan cara sederhana, seperti menggunakan deodoran, anti-perspirant, atau bahkan bahan tradisional seperti batu tawas.
Dengan demikian, seseorang tidak hanya menjaga kenyamanan dirinya, tetapi juga menghormati orang lain, sekaligus mencerminkan pribadi yang beradab dan selaras dengan norma masyarakat modern maupun tuntunan agama. Wallahu a'lam.
Ustadz Muh Fiqih Shofiyul Am, Tim LBM MWCNU Tanggulangin dan Tim Aswaja Center PCNU Sidoarjo.
Terpopuler
1
Ini Rangkaian Kegiatan HUT Ke-81 RI, dari Zikir Kebangsaan hingga Pesta Rakyat
2
Pemerintah Siapkan 8.100 Kuota bagi Masyarakat untuk Saksikan Langsung Upacara HUT Ke-81 RI di Istana
3
Hukum Menjamak Shalat karena Menonton Film The Oddysey
4
Menag Klaim Indeks Kerukunan Umat Beragama Tertinggi Sepanjang Sejarah Indonesia
5
Prabowo Batal Hadiri Zikir Kebangsaan di Monas, Menag: Ada Tugas Kenegaraan
6
Ratusan Ribu Warga Padati Monas dalam Zikir dan Doa Kebangsaan, Mayoritas Datang dari Luar Jakarta
Terkini
Lihat Semua