Daerah

150 KK Terdampak Banjir Tanggamus Lampung Selasa 22 September 2026

Kamis, 24 September 2026 | 11:00 WIB

150 KK Terdampak Banjir Tanggamus Lampung Selasa 22 September 2026

Proses pembersihan akibat banjir bandang di Kecamatan Kota Agung Barat, Tanggamus, Lampung, Selasa (22/9/2026). (BNPB)

Jakarta, NU Online

Banjir bandang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Tanggamus, Lampung, pada Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Derasnya aliran Sungai Way Belu membuat tanggul jebol dan air merendam rumah warga, lahan pertanian, hingga fasilitas pendidikan.

 

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton SP Panjaitan menyampaikan bahwa banjir bandang melanda Desa Belu, Negara Batin, Kanyangan, dan Teba Bunuk di Kecamatan Kota Agung Barat. Banjir juga berdampak pada Desa Argopeni dan Desa Margodadi di Kecamatan Sumberejo.

 

Berdasarkan data Pusdalops PB BPBD Provinsi Lampung, sedikitnya tiga rumah warga di Pekon Negara Batin mengalami kerusakan ringan. Secara keseluruhan, banjir berdampak terhadap 150 kepala keluarga (KK).

 

“Untuk kerugian material, peristiwa ini menyebabkan 53 rumah, dua fasilitas pendidikan, tiga fasilitas ibadah, 50 hektare lahan perkebunan, lima hektare lahan pertanian, dan satu unit jembatan terdampak,” ujarnya di Jakarta pada Rabu (23/9/2026).

 

Berton menjelaskan bahwa tanggul Sungai Way Belu jebol sepanjang kurang lebih 200 meter di Pekon Belu. Air kemudian meluas ke permukiman dan merendam SDN 1 Belu. Sementara di Pekon Kanyangan, sekitar 50 hektare lahan perkebunan terendam. Adapun di Pekon Teba Bunuk, sekitar lima hektare lahan pertanian terdampak.

 

Ia menambahkan bahwa banjir tidak hanya mengganggu permukiman, tetapi juga memukul lahan produktif dan menghentikan sementara kegiatan pendidikan warga terdampak di tengah upaya pemulihan darurat.

 

“BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Tanggamus segera menuju lokasi untuk melakukan asesmen dan upaya penanganan darurat kepada warga terdampak. Kondisi terkini yang dilaporkan pada Selasa (22/9/2026), kondisi air sudah surut dan warga sudah kembali ke rumah masing-masing,” katanya.

 

Untuk mempercepat pemulihan, lanjut Berton, tim penanggulangan bencana mengajukan mobil pemadam kebakaran untuk menyemprot endapan sedimen, menyalurkan bantuan sembako, serta mengerahkan alat berat ekskavator untuk menutup sementara tanggul Way Belu yang jebol.

 

Banjir juga mengganggu aktivitas belajar mengajar di SDN 1 Belu. Kepala Dinas Pendidikan Tanggamus Viktor Libradi mengatakan bahwa sekolah sementara terpaksa diliburkan.

 

“KBM untuk sementara dialihkan secara daring dengan tetap berpedoman pada kurikulum. Langkah ini diambil karena ruang kelas beserta sarana meja dan kursi belajar masih tertutup lumpur. Kami telah berkoordinasi dengan Damkar untuk membantu penyemprotan,” kata Viktor dalam keterangan yang diterima NU Online, Kamis (24/9/2026).