Daerah

38 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan NU Cilacap Peduli ke 7 Pesantren

Selasa, 22 September 2026 | 12:00 WIB

38 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan NU Cilacap Peduli ke 7 Pesantren

Penyaluran air bersih untuk pesantren di Cilacap Jawa Tengah, September 2026 (LAZISNU Cilacap)

Cilacap, NU Online

Pondok pesantren di Cilacap Jawa Tengah tak luput terkena dampak kekeringan akibat kemarau panjang. Mengatasi kondisi tersebut, NU Cilacap​​​​​​​ Peduli​​​​​​​​​​​​​​ memasukkan pondok pesantren sebagai salah satu sasaran penerima bantuan air bersih.
 

Hingga Senin (21/9/2026), melalui NU Care-LAZISNU Cilacap disalurkan sebanyk 38.000 liter air bersih kepada tujuh pondok pesantren. Bantuan tersebut diberikan untuk memenuhi kebutuhan air bersih sekitar 3.500 santri dan warga pesantren.

 

Kepala Cabang LAZISNU Cilacap Farahdiba mengatakan penyaluran air bersih dilakukan melalui program “Sedekah Air untuk Santri”. Program tersebut menyasar pesantren yang mengalami keterbatasan akses air bersih akibat kekeringan.

 

“Sebanyak 38.000 liter air bersih telah didistribusikan kepada tujuh pondok pesantren, dengan total penerima manfaat mencapai sekitar 3.500 santri dan warga pesantren,” ujar Farahdiba, Selasa (22/9/2026).

 

Tujuh pesantren penerima bantuan tersebut yakni Al Barokah Kawunganten, Al-Hikmah Kawunganten, Salafiyah Mewah Kedungreja, Assa’idiyah Ciklapa Kedungreja, Al-Ishlah Kubangkangkung, El-Futhah Bulupayung Patimuan, serta Al-Istiqomah Sitinggil, Rawajaya Bantarsari.

 

Farahdiba menjelaskan, kebutuhan air bersih di pesantren tidak hanya untuk minum dan memasak, tetapi juga menunjang kebutuhan mandi, mencuci, kebersihan lingkungan, dan aktivitas ibadah para santri.

 

“Karena itu, setiap liter air yang disalurkan menjadi bagian dari kepedulian yang memiliki arti besar bagi kehidupan mereka,” ujarnya.

 

Ia mengajak masyarakat turut berkontribusi melalui sedekah air untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat dan santri yang terdampak kekeringan. “Mari sedekah air. Karena satu tetes kepedulian hari ini, bisa menjadi keberkahan bagi banyak kehidupan,” tandas Farahdiba.