Hujan Deras Picu Longsor di Aceh Tengah, 1 Warga Meninggal
Selasa, 15 September 2026 | 16:00 WIB
Alat berat membersihkan material longsor yang menutup badan jalan di Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, Ahad (13/9/2026) malam. (Foto: BPBD Aceh Tengah)
Jakarta, NU Online
Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, sejak Ahad (13/9/2026) sore memicu tanah longsor di sejumlah wilayah. Bencana tersebut menyebabkan satu warga meninggal dunia dan 13 orang mengalami luka-luka.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton SP Panjaitan mengatakan, longsor terjadi sekitar pukul 18.15 WIB dan berdampak pada tujuh kampung yang tersebar di empat kecamatan.
“Longsor yang terjadi sekitar pukul 18.15 WIB tersebut berdampak pada tujuh kampung yang tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Kebayakan, Lut Tawar, Celala, dan Silih Nara,” kata Berton di Jakarta, Senin (14/9/2026).
Berdasarkan pendataan sementara, kata dia, satu warga meninggal dunia dan 13 orang mengalami luka-luka. Petugas masih melakukan pendataan serta penanganan di wilayah terdampak.
“Petugas masih melakukan pendataan dan penanganan di wilayah terdampak,” ujarnya.
Selain menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, longsor merusak sejumlah rumah warga dan mengganggu akses transportasi. Sebanyak dua unit rumah dilaporkan rusak berat dan dua unit lainnya mengalami rusak sedang.
Material longsor dan lumpur juga menutup sejumlah ruas jalan nasional, provinsi, dan kabupaten. Kondisi tersebut mengganggu akses masyarakat dan aktivitas warga di wilayah terdampak.
Pembersihan Material Longsor
Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Aceh Tengah berkoordinasi dengan unsur terkait dan melakukan asesmen di lokasi.
“BPBD juga mengerahkan dua unit alat berat, yakni satu wheel loader dan satu excavator, untuk membersihkan material longsor yang menutup badan jalan,” ujar Berton.
Ia mengatakan, proses pembersihan masih berlangsung untuk membuka kembali akses jalan dan mendukung kelancaran aktivitas masyarakat.
“BNPB bersama BPBD dan unsur terkait terus memantau perkembangan situasi serta mendukung penanganan di wilayah terdampak,” katanya.
Berton mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan ancaman longsor susulan. Ia mengimbau masyarakat di Aceh Tengah dan sekitarnya tetap waspada, terutama saat hujan berintensitas tinggi atau berlangsung lama.
“Masyarakat yang berada di sekitar lereng dan tebing agar meningkatkan kewaspadaan serta segera menuju tempat yang lebih aman apabila melihat tanda-tanda pergerakan tanah,” pungkasnya.