muJombang, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Temanggung Jawa Tengah mengisi salah satu stan di arena Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Pada Rabu (26/8/2026), PCNU Kabupaten Temanggung mempercayakan Lajnah Ta'lif wa Nasyr atau LTN NU untuk mengisi dan meramaikan stan atau tenant pameran Muktamar. Kehadiran Temanggung langsung mencuri perhatian karena mengusung produk-produk khas dan nuansa budaya daerah.
Ikon utama tenan PCNU Kabupaten Temanggung adalah kopi dari Kwadungan Coffee. Aroma kopi Temanggung yang khas langsung menyedot perhatian para kiai, peserta, hingga pengunjung umum. Selain kopi, stan ini juga menyediakan pernak-pernik NU, merchandise yang menarik dan bermanfaat, serta berbagai camilan dan jajanan khas.
Semua produk tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan para peserta dan tamu yang hadir dalam Muktamar Ke-35 NU.
Ketua LTN NU Kabupaten Temanggung, Faiz Syauqi, berharap kehadiran tenant Temanggung dapat menjadi media dakwah budaya sekaligus memperkenalkan potensi daerah.
"Kami bersyukur diberi kesempatan. Semoga para barista, crew, dan seluruh tim senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran, serta limpahan rezeki yang luar biasa. Mudah-mudahan hasilnya melimpah, berkah dan barokah," ungkap Gus Faiz.
Salah satu barista dari Kwadungan Coffee, Ijad, mengaku bangga bisa terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. "Ini pengalaman pertama saya ikut Muktamar di Jombang. Saya sangat mengapresiasi LTN NU dan PCNU Kabupaten Temanggung yang sudah memberikan kesempatan kepada kami untuk ikut bersama-sama dalam acara luar biasa ini," ujarnya.
Daya tarik stan ini turut dirasakan oleh pengunjung, salah satunya Hasanudin, peserta Muktamar asal Kajen, Kabupaten Pekalongan. Ia mengaku ada yang berbeda dari penyelenggaraan Muktamar kali ini karena kehadiran nuansa khas tersebut.
"Saya bisa mencicipi kopi khas Temanggung yang sangat enak, apalagi mencoba tembakau lintingan Temanggung. Ini merupakan pengalaman yang pertama bagi saya. Kopi Temanggung ini rasanya berbeda, terutama kopi robustanya yang sangat kental dan cocok sekali di lidah," puji Hasanudin.