Pelantikan Pergunu DIY Momentum Penguatan Guru Nahdliyin dan Transformasi Pendidikan
Senin, 6 Juli 2026 | 06:00 WIB
Yogyakarta, NU Online
Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PW Pergunu)) Daerah Istimewa Yogyakarta resmi menggelar Pelantikan Pengurus Masa Khidmat 2026–2031, Ahad (5/7/2026). Kegiatan yang dirangkaikan dengan Silaturahim Kiai, pengurus Nahdlatul Ulama, serta badan otonom (Banom) NU se-DIY ini berlangsung di Gedung DPD RI Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui peran guru Nahdliyin.
Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Pergunu Prof. KH Asep Saifuddin Chalim. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa transformasi pesantren merupakan fondasi penting untuk melahirkan guru yang berkualitas, beradab, berintegritas, dan mampu bersaing di tingkat global.
Di hadapan jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DIY, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-DIY, para Rais Syuriyah, Ketua Tanfidziyah, masyayikh, pengasuh pondok pesantren, pimpinan lembaga dan badan otonom NU, serta ratusan guru Nahdliyin, Kiai Asep menyampaikan bahwa pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi pusat lahirnya ulama, pemimpin, intelektual, dan pendidik yang membangun peradaban bangsa.
Menurutnya, transformasi pesantren harus tetap berpijak pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyah dengan mendorong lahirnya generasi yang unggul dalam ilmu agama, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki kemampuan bahasa asing, berakhlakul karimah, serta siap menghadapi persaingan di tingkat nasional maupun internasional.
"Kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas gurunya. Jika gurunya berkualitas, berilmu, berakhlak, disiplin, dan memiliki semangat pengabdian, maka akan lahir generasi yang cerdas, berkarakter, serta mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang maju," ujar Kiai Asep.
Ia juga mengajak seluruh guru Nahdlatul Ulama untuk terus meningkatkan kompetensi dan integritas serta menjadikan profesi guru sebagai jalan dakwah dan pengabdian kepada umat. Menurutnya, PERGUNU harus menjadi organisasi profesi yang mampu menggerakkan peningkatan kualitas guru melalui pendidikan, pelatihan, inovasi pembelajaran, riset, dan kolaborasi dengan berbagai pihak.
Menutup arahannya, Kiai Asep mengajak seluruh pengurus dan anggota PERGUNU untuk menjaga keikhlasan dalam berkhidmat, memperkuat persatuan, dan menghadirkan manfaat seluas-luasnya bagi umat.
"Ketika pesantren terus bertransformasi, guru terus belajar, dan organisasi terus bergerak melayani, maka kita tidak hanya mencetak lulusan yang cerdas, tetapi juga melahirkan generasi yang beradab, berakhlak mulia, cinta tanah air, dan siap membangun Indonesia menuju peradaban yang lebih maju," pungkasnya.
Kepengurusan PW Pergunu DIY Masa Khidmat 2026–2031 dipimpin oleh H Fauzan Satyanegara sebagai ketua dan Ahmad Faozi sebagai sekretaris. Kepengurusan tersebut telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Pimpinan Pusat Pergunu.
Ketua PW Pergunu DIY, Fauzan Satyanegara, menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan titik awal penguatan gerakan Pergunu sebagai wadah perjuangan guru Nahdliyin dalam meningkatkan mutu pendidikan, mengembangkan kompetensi pendidik, memperkuat karakter Aswaja An-Nahdliyah, serta memperluas sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Sementara itu, Ahmad Faozi menjelaskan bahwa kepengurusan baru akan memprioritaskan penguatan tata kelola organisasi, digitalisasi administrasi, kaderisasi, peningkatan profesionalisme guru, serta memperluas kolaborasi dengan pemerintah, pesantren, sekolah, madrasah, perguruan tinggi, dan seluruh elemen Nahdlatul Ulama.
Pelantikan tersebut dihadiri jajaran PWNU DIY, PCNU se-DIY, para kiai, pengasuh pondok pesantren, pimpinan lembaga dan badan otonom NU, kepala sekolah, dosen, akademisi, tokoh pendidikan, serta ratusan guru Nahdliyin. Kehadiran berbagai unsur keluarga besar Nahdlatul Ulama mencerminkan kuatnya semangat konsolidasi dan ukhuwah dalam membangun pendidikan yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.