Ketum PBNU Terima Delegasi UEA, Bahas Perdamaian Kawasan dan Kerja Sama Strategis
Senin, 6 Juli 2026 | 16:00 WIB
PBNU saat menerima kunjungan delegasi Uni Emirat Arab di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Senin (6/7/2026). (Foto: NU Online/Haekal)
Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menerima kunjungan delegasi Uni Emirat Arab (UEA) yang dipimpin oleh Ketua Komite Pertahanan, Dalam Negeri, dan Urusan Luar Negeri Dewan Nasional Federal UEA, Ali Rashid Al Nuaimi di Lantai 3 Gedung PBNU, Jalan Kramat Rayat, Jakarta Pusat, pada Senin (6/7/2026).
Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla (Gus Ulil) mengatakan, salah satu pembahasan utama dalam pertemuan itu adalah dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya konflik yang terjadi di Teluk.
Gus Ulil mengungkapkan, keduanya juga membahas upaya memperkuat kerja sama strategis antara Indonesia dan UEA di berbagai bidang ekonomi, investasi, pendidikan, dan kebudayaan.
"Selain itu, juga hubungan strategis di bidang pendidikan dan budaya," katanya.
Tak hanya itu, Gus Ulil mengungkapkan bahwa Ali Rashid juga menyampaikan pentingnya memperkuat kerja sama dalam menghadapi penyebaran narasi Islam yang radikal dan ekstrem.
"Terutama melalui media sosial di kalangan anak-anak muda, termasuk pengaruh ideologi-ideologi ekstrem yang mungkin bersumber dari beberapa gerakan muslim modern," jelasnya.
"Hal itulah yang dibicarakan secara serius antara Dr. Al Nuaimi dan Ketua Umum PBNU," sambungnya.
Gus Ulil menambahkan, hubungan antara NU dan UEA selama ini telah terjalin dengan baik. Ia mencontohkan dukungan Pemerintah UEA terhadap pengembangan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta serta penghargaan Zayed Award yang diterima Gus Yahya pada 2024 bersama Ketum Muhammadiyah, Haedar Nashir sebagai bukti eratnya hubungan kedua belah pihak.
"Beliau ingin meningkatkan hubungan strategis ini dengan NU dan dengan negara Indonesia untuk merespons isu-isu yang mendesak," katanya.
Dalam pertemuan tersebut turut hadir Katib Syuriyah PBNU KH Nurul Yaqin Ishaq, Wakil Ketua Umum (Waketum) PBNU H Amin Said Husni, serta delegasi dari UEA, yaitu Penasihat Ketua The World Muslim Communities Council Nasr Mohammed Arif, Asisten Sekretaris Jenderal The World Muslim Communities Council Hassan Mohammed Al Marzouqi, dan Direktur Eksekutif Manara Center for Coexistence and Dialogue Bakhita Ahmed Al Rumaithi.