Internasional

Lebih dari 2.000 Bangunan Rusak di Gaza Rawan Runtuh, Warga Terancam

Sabtu, 19 September 2026 | 21:00 WIB

Lebih dari 2.000 Bangunan Rusak di Gaza Rawan Runtuh, Warga Terancam

Warga Gaza di tengah reruntuhan bangunan akibat serangan Israel. (Foto: WAFA)

Gaza, NU Online

Tim Pertahanan Sipil di Jalur Gaza menyelamatkan sejumlah warga yang terjebak setelah sebuah bangunan tempat tinggal yang rusak akibat serangan Israel selama ini runtuh di kawasan Al-Sabra, utara Kota Gaza, Jumat (18/9/2026).


Dikutip dari WAFA, sumber-sumber lokal mengatakan bangunan tersebut merupakan milik keluarga Weshah. Tim Pertahanan Sipil segera menuju lokasi setelah bangunan runtuh dan berhasil mengevakuasi sejumlah warga yang terjebak dari bawah reruntuhan.


Runtuhnya bangunan tersebut terjadi di tengah peringatan mengenai lebih dari 2.000 bangunan rusak di Jalur Gaza yang berada dalam kondisi rawan runtuh. Sebagian bangunan tersebut masih digunakan sebagai tempat berlindung warga Palestina yang mengungsi.


Tim penyelamat memperingatkan bahaya yang dihadapi warga akibat bangunan-bangunan yang telah rusak. Risiko tersebut semakin besar karena keterbatasan alat berat dan peralatan khusus yang diperlukan untuk melakukan operasi penyelamatan.


Dua hari sebelumnya, tim penyelamat melaporkan jumlah korban tewas akibat runtuhnya sebuah bangunan tempat tinggal yang digunakan sebagai tempat pengungsian di Kota Gaza mencapai 21 orang. Mereka terdiri atas 12 anak-anak, lima perempuan, dan dua lansia. Sebanyak 14 orang lainnya terluka, sementara lebih dari 100 orang masih dinyatakan hilang di bawah reruntuhan.


Tim penyelamat mengatakan sedikitnya 50 warga Palestina telah tewas akibat runtuhnya bangunan-bangunan yang sebelumnya rusak selama perang di Gaza.


Kerusakan Infrastruktur Gaza

Meskipun gencatan senjata diumumkan pada 11 Oktober 2025, menurut WAFA, pasukan Israel masih melakukan serangan di Jalur Gaza. Otoritas kesehatan setempat melaporkan serangan tersebut telah menewaskan 1.372 warga Palestina dan melukai 4.659 lainnya.


Kerusakan akibat perang menyebabkan lebih dari 102.000 bangunan rusak atau hancur. Sedikitnya 330.000 unit rumah juga mengalami kehancuran total maupun sebagian.


Dampak kehancuran tidak hanya terjadi pada bangunan tempat tinggal. Sekolah, universitas, rumah sakit, masjid, gereja, fasilitas pemerintahan, pusat kegiatan ekonomi, jalan, jaringan air dan listrik, sistem pembuangan limbah, serta lahan pertanian turut mengalami kerusakan.


Penilaian bersama yang dilakukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Uni Eropa, dan Bank Dunia pada April 2026 memperkirakan kerusakan dan kebutuhan pemulihan Gaza dalam skala yang sangat besar. Laporan Rapid Damage and Needs Assessment tersebut menjadi dasar teknis untuk perencanaan pemulihan dan rekonstruksi Gaza.


Dalam pembaruan Bank Dunia, kebutuhan pemulihan dan rekonstruksi Gaza diperkirakan mencapai sekitar 71,5 miliar dolar AS.