Pertempuran Pemerintah Yaman-Houthi Meningkat, 917 Keluarga Mengungsi
Sabtu, 5 September 2026 | 07:30 WIB
Lebih dari 900 keluarga tersebut mencari tempat yang lebih aman, antara lain di sejumlah wilayah Jabal Habashi dan Distrik Al-Ma'afer. (Foto: dok Anadolu)
Taiz, NU Online
Lebih dari 900 keluarga mengungsi dalam dua hari setelah pertempuran antara pasukan pemerintah Yaman dan kelompok Houthi kembali meningkat di Provinsi Taiz, Yaman bagian barat. Kondisi tersebut disampaikan pemerintah setempat pada Jumat (4/9/2026).
Dikutip dari Anadolu, Kantor Kementerian Perencanaan dan Kerja Sama Internasional Yaman di Taiz mencatat sedikitnya 917 keluarga meninggalkan rumah mereka pada Kamis dan Jumat akibat pertempuran yang kembali berkobar di Distrik Maqbanah dan wilayah sekitarnya, khususnya Jabal Habashi.
Menurut keterangan tersebut, eskalasi pertempuran memaksa warga meninggalkan sejumlah permukiman dan kamp pengungsian. Sejumlah kawasan permukiman serta lokasi yang menjadi tempat perlindungan warga yang sebelumnya telah mengungsi juga dilaporkan terkena serangan.
Warga meninggalkan sejumlah wilayah di Maqbanah, termasuk Ozul Al-Yaman, Al-Abdalah, dan Al-Ashmalah, serta Kamp Al-Jubb. Pengungsian juga terjadi dari Kamp Al-Rahbah dan Al-Rajhi di Jabal Habashi.
Mereka kemudian mencari tempat yang lebih aman, antara lain di sejumlah wilayah Jabal Habashi dan Distrik Al-Ma'afer.
Pemerintah setempat memperingatkan jumlah pengungsi berpotensi terus bertambah apabila pertempuran berlanjut.
Banyak keluarga dilaporkan meninggalkan rumah dengan sedikit persiapan dan terpaksa meninggalkan barang-barang serta kebutuhan pokok mereka. Mereka kini menghadapi kondisi kemanusiaan yang sulit.
Kantor kementerian tersebut menyerukan kepada organisasi bantuan lokal dan internasional agar segera menyediakan tempat tinggal darurat, makanan, air minum, dan layanan sanitasi bagi para pengungsi.
Mereka juga mendesak intervensi kemanusiaan yang segera dan mencakup berbagai sektor sebelum krisis semakin meluas.
Puluhan Pasukan dan Pejuang Dilaporkan Tewas
Pengungsian terjadi di tengah pertempuran sengit yang berlangsung sejak Kamis pagi di sejumlah front di Taiz dan Provinsi Hodeidah yang berdekatan, tidak jauh dari Selat Bab al-Mandab yang strategis.
Media lokal, dengan mengutip sumber militer, melaporkan puluhan pasukan pemerintah dan pejuang Houthi tewas atau terluka sejak pertempuran meningkat.
Warga sipil juga dilaporkan tewas dan terluka akibat penembakan. Namun, belum ada data resmi yang merangkum jumlah korban karena pertempuran masih berlangsung.
Kekerasan terbaru tersebut merupakan bagian dari rangkaian bentrokan yang berlangsung sejak Juli dan mengakhiri periode relatif tenang di sepanjang garis depan Yaman yang sebagian besar bertahan sejak gencatan senjata yang dimediasi PBB pada April 2022.
Kelompok Houthi menguasai ibu kota Sanaa dan sejumlah kota lainnya sejak September 2014. Sementara itu, pemerintah Yaman yang diakui secara internasional bersama pasukan sekutunya menguasai wilayah yang luas di bagian selatan, timur, dan barat negara tersebut.