Internasional

Pertemuan Iran-AS di Swiss, Bentuk KTT Danau Lucerne hingga Peta Jalur Damai

Senin, 22 Juni 2026 | 16:30 WIB

Pertemuan Iran-AS di Swiss, Bentuk KTT Danau Lucerne hingga Peta Jalur Damai

Bendera Amerika Serikat dan Iran. (Foto: Magnific)

Jakarta, NU Online

 

Pembicaraan tingkat tinggi antara perwakilan Amerika Serikat dan Republik Islam Iran, yang dimediasi oleh Negara Qatar dan Republik Islam Pakistan, telah resmi merampungkan sesi pertamanya di Burgenstock, Swiss, Ahad (21/6/2026) waktu setempat.

 

Pertemuan di bawah kerangka Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad tersebut menghasilkan kesepakatan pembentukan Komite Tingkat Tinggi (KTT) Danau Lucerne untuk mengawasi kelompok kerja yang fokus pada isu nuklir, sanksi, serta penyelesaian sengketa. 

 

"Berdasarkan MoU tersebut, para pihak telah menyepakati pembentukan Komite Tingkat Tinggi, yang akan memberikan pengawasan politik terhadap mediasi," tulis sebuah dokumen pernyataan bersama para negara mediator yang diunggah oleh Kementerian Luar Negeri Pakistan melalui akun X @ForeignOfficePk, dikutip NU Online, Senin (22/6/2026).

 

Dalam pernyataan tersebut dijelaskan alur tugas KTT Danau Lucerne. Kepala negosiator akan melapor secara berkala kepada Komite Tingkat Tinggi dan memimpin kelompok kerja yang berfokus pada masalah nuklir, sanksi, serta kelompok pemantauan dan penyelesaian sengketa untuk memastikan implementasi MoU yang efektif, dan hal-hal lainnya.

 

Selain menyepakati peta jalan menuju perjanjian final dalam waktu 60 hari, para pihak juga membentuk jalur komunikasi demi keamanan kapal komersial di Selat Hormuz.

 

"Jalur komunikasi antarpihak telah dibentuk untuk periode yang disebutkan dalam paragraf 5 MoU guna menghindari insiden dan salah komunikasi dengan tujuan jalur aman bagi kapal komersial melalui Selat Hormuz," lanjut pernyataan dalam dokumen.

 

Lebih lanjut, aanggota KTT juga menyetujui pembentukan sel de-konflik bersama Republik Lebanon guna memastikan penghentian operasi militer berjalan sesuai Nota Kesepahaman (MoU).

 

"Para pihak sepakat mengenai pembentukan sel de-konflik, di antara para pihak, Republik Lebanon dan difasilitasi oleh para Mediator, untuk memastikan kepatuhan terhadap penghentian operasi militer di Lebanon sesuai dengan MoU," ungkap pernyataan dalam dokumen.

 

Dalam dokumen tersebut tertulis bahwa pihak-pihak mediator akan terus melakukan upaya terbaik mereka untuk memastikan bahwa negosiasi terus dilakukan dengan tujuan mencapai kesepakatan final. 

 

"Negara Qatar dan Republik Islam Pakistan menyampaikan apresiasi yang tulus kepada Amerika Serikat dan Republik Islam Iran atas komitmen berkelanjutan mereka terhadap diplomasi dan penyelesaian konflik secara damai," pungkas pernyataan dalam dokumen tersebut.

 

Sebelumnya, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif berharap hasil yang maksimal dalam pertemuan di Swiss tersebut.

 

"Dan sungguh sangat luar biasa bisa berada di sini. Dan semoga ketika kita kembali ke kamar kita masing-masing, kita akan memegang dokumen yang luar biasa di tangan kita, yang akan mempromosikan perdamaian, kemajuan, dan kemakmuran di seluruh dunia," ungkapnya dalam sebuah video dari Al-Arabiya English​​​​​​​ dikutip NU Online, Senin (22/6/2026).

 

Ia mengungkapkan bahwa upaya perdamaian dan kesepakatan tersebut telah mencapai puncaknya di Burgenstock, Swiss.

 

"Saya rasa semua upaya ini secara bersama-sama telah mencapai puncaknya di sini, di Burgenstock yang indah ini," tutupnya.

 

Setelahnya, Komite Tingkat Tinggi telah menyepakati peta jalan (roadmap) dengan target untuk mencapai kese​​​​​​​pakatan final dalam waktu 60 hari ke depan.