Jakarta

Lebaran Betawi, Ruang Silaturahim dan Merawat Tradisi Warga Jakarta

Senin, 30 Maret 2026 | 07:00 WIB

Lebaran Betawi, Ruang Silaturahim dan Merawat Tradisi Warga Jakarta

Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi (MKB) Fauzi Bowo. (Foto: dok. MKB)

Jakarta, NU Online

Bagi masyarakat Betawi, Lebaran tak selalu selesai ketika Idul Fitri berlalu. Masih ada satu momen yang selalu dinanti: Lebaran Betawi. Perayaan budaya yang sejak lama menjadi ruang silaturahim, tempat warga berkumpul dan merawat tradisi di tengah hiruk pikuk Jakarta.

 

Tahun ini, Lebaran Betawi 2026 akan diselenggarakan pada Sabtu (11/4/2026) di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Acara ini digagas oleh Majelis Kaum Betawi (MKB) bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

 

Ketua Dewan Adat MKB Fauzi Bowo menyampaikan bahwa Lebaran Betawi merupakan ikhtiar bersama untuk menjaga dan menumbuhkembangkan harkat, derajat, serta marwah Betawi melalui kolaborasi warga dan elemen Betawi bersama Pemerintah DKI Jakarta dari masa ke masa.

 

"Lebaran Betawi adalah ikhtiar menjaga tradisi dalam rangka menjaga dan menumbuhkembangkan harkat, derajat dan marwah Betawi. Kolaborasi warga dan elemen Betawi bersama dengan Pemerintah DKI Jakarta dari masa ke masa," ujarnya, Ahad (29/3/2026) diberitakan NU Online Jakarta. 

 

Lebaran Betawi diselenggarakan oleh MKB bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan dukungan berbagai elemen masyarakat. Perayaan ini terbuka bagi seluruh warga Jakarta dari berbagai komunitas dan lapisan masyarakat.

 

MKB selama ini terus berperan aktif menjaga tradisi Betawi di tengah perkembangan kota. Berbagai kegiatan budaya digelar untuk memastikan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan silaturahim tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

 

Ketua Umum Pemuda Kaum Betawi Masykur Isnan menyampaikan bahwa Lebaran Betawi bukan sekadar perayaan budaya, melainkan juga momentum untuk memperkuat inklusivitas dan soliditas elemen Betawi dalam wadah MKB serta kebersamaan warga Jakarta.

 

"Lebaran Betawi bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga momentum untuk memperkuat inklusivitas dan soliditas elemen Betawi dalam wadah MKB serta kebersamaan warga Jakarta," katanya.

 

Masykur menambahkan bahwa melalui kebersamaan itu, masyarakat Betawi ingin memastikan diri tetap menjadi bagian penting dalam merawat identitas, tradisi, dan harmoni sosial di Jakarta.

 

"Melalui kebersamaan ini, kita ingin memastikan bahwa masyarakat Betawi tetap menjadi bagian penting dalam merawat identitas, tradisi, dan harmoni sosial di Jakarta," pungkasnya.