Jateng

Tadarus Falakiyah, LF PWNU Jateng Bahas Dinamika Penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah

Jumat, 13 Maret 2026 | 09:00 WIB

Tadarus Falakiyah, LF PWNU Jateng Bahas Dinamika Penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah

Prof KH Ahmad Izzuddin, memaparkan dinamika kebijakan penentuan 1 Syawal 1447 H dalam diskusi Tadarus Falakiyah yang digelar LF PWNU Jateng di Gedung PCNU Kota Semarang.

Semarang, NU Online

Lembaga Falakiyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah membahas dinamika penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah melalui diskusi bertajuk Tadarus Falakiyah di Gedung PCNU Kota Semarang, Kamis (12/3/2026).


Kegiatan ini mengangkat tema Dinamika Penentuan 1 Syawal 1447 H di Indonesia: Antara Kepastian Astronomi, Ketentuan Syar’i, dan Realitas Kebijakan.


Diskusi ini digelar sebagai respons atas tingginya perhatian masyarakat terhadap penetapan Hari Raya Idul Fitri yang kerap menjadi perbincangan di Indonesia.


Kegiatan ini menghadirkan Guru Besar Ilmu Falak UIN Walisongo Semarang Prof KH Ahmad Izzuddin yang mengulas realitas kebijakan pemerintah melalui Kementerian Agama dalam menetapkan awal bulan hijriah.


Prof Izzuddin menjelaskan, penerapan kriteria terbaru MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) mengenai imkanurrukyat bertujuan menjembatani berbagai perbedaan metode agar tercipta harmoni dalam pelaksanaan ibadah di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.


Sementara itu, pengurus Lembaga Falakiyah PBNU KH Slamet Hambali memaparkan posisi hilal pada akhir Ramadhan 1447 H dari perspektif kepastian astronomi.


Ia menekankan pentingnya akurasi data astronomi sebagai dasar dalam proses penentuan awal bulan.


Ketua Lembaga Falakiyah PWNU Jawa Tengah KH M Basthoni menegaskan pentingnya aspek ketentuan syar’i dalam penentuan awal bulan.


"Meskipun ilmu astronomi berkembang pesat, landasan fiqih tetap menjadi pedoman utama bagi umat Islam, khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama," katanya.


Baca selengkapnya di sini