Nasional

Banjir pada Ahad 26 September 2026 Rendam 3 Kecamatan di Langkat Sumut, 581 KK Terdampak

Selasa, 29 September 2026 | 10:00 WIB

Banjir pada Ahad 26 September 2026 Rendam 3 Kecamatan di Langkat Sumut, 581 KK Terdampak

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Berton SP Panjaitan (Foto: BNPB)

Jakarta, NU Online

Banjir merendam tiga kecamatan di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut pada Ahad (27/9/2026). Sebanyak 581 kepala keluarga (KK) terdampak, sementara sejumlah akses jalan terputus akibat genangan.

 

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton SP Panjaitan mengatakan banjir terjadi di Kecamatan Padang Tualang, Sawit Seberang, dan Wampu.

 

“Ketinggian muka air saat terjadi banjir berkisar antara 10 hingga 80 sentimeter,” ujar Berton di Jakarta, Senin (28/9/2026).

 

Berdasarkan laporan Pusdalops PB BPBD Sumatera Utara pada Senin (28/9/2026), banjir mulai berangsur surut. Namun, sejumlah akses jalan masih terdampak genangan.

 

Banjir terjadi setelah bagian tanggul Paya Bunder yang belum sempat ditimbun kembali serta meluapnya air sungai.

 

Di Kecamatan Padang Tualang, banjir berdampak pada Desa Tebing Tanjung Selamat dan Desa Tanjung Putus. Luapan air sungai menyebabkan akses jalan utama di Desa Tebing Tanjung Selamat terputus.

 

Sementara itu, di Desa Tanjung Putus, sebanyak 305 KK terdampak banjir.

 

Di Kecamatan Sawit Seberang, banjir merendam Desa Alur Gadung dan berdampak terhadap 43 KK.

 

Adapun di Kecamatan Wampu, banjir merendam Desa Mekar Jaya dengan 233 KK terdampak. Akses jalan poros desa sepanjang sekitar 200 meter tidak dapat dilalui akibat genangan.

 

Warga menggunakan jalur alternatif melalui Dusun I Bukit Gantung menuju Jalan Beteng.

 

Secara keseluruhan, 581 KK terdampak banjir. Hingga Senin (28/9/2026), tidak ada laporan korban jiwa, korban luka-luka, maupun warga yang mengungsi.

 

Warga Diminta Waspada

Berton mengatakan warga masih bertahan di rumah masing-masing. Sementara itu, BPBD terus memantau perkembangan ketinggian air dan menyiapkan langkah penanganan darurat serta bantuan yang diperlukan.

 

“BPBD menyiapkan langkah penanganan darurat serta penyaluran bantuan yang dibutuhkan,” ujarnya.

 

Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan, terutama saat hujan berintensitas tinggi berlangsung dalam waktu lama.

 

“Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, masyarakat diimbau untuk melakukan evakuasi mandiri dan mengetahui jalurnya yang aman,” pungkasnya.