Nasional

Besok Rebo Wekasan, Berikut Amalan dan Doa yang Dianjurkan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:00 WIB

Besok Rebo Wekasan, Berikut Amalan dan Doa yang Dianjurkan

Ilustrasi Rebo Wekasan, Rabu terakhir di bulan Safar. (Foto: NU Online)

Jakarta, NU Online

Rebo Wekasan, istilah untuk menandai hari Rabu terakhir bulan Safar 1448 H, terjadi esok, Rabu (12/8/2026). Hari tersebut sering dipersepsikan sebagai hari diturunkannya bencana atau marabahaya. Karenanya, sebagian ulama menganjurkan umat Islam untuk meningkatkan ibadah kepada Allah swt.


Sebab, Allah swt yang mendatangkan musibah sehingga perlu mendekat kepada-Nya untuk mendapatkan kasih sayang-Nya. Hal ini disampaikan Almarhum KH Sya'roni Ahmadi sebagaimana dikutip dari artikel Kiai Sya'roni Terangkan Amalan Rabu Wekasan pada Selasa (11/8/2026).


Pada hari Rebo Wekasan itu, menurut Kiai Sya'roni, umat islam dianjurkan mandi dan shalat sunnah empat rakaat dengan dua kali salam. Menurutnya, shalat sunnah tersebut bisa berupa shalat hajat, tahajud, ataupun lainnya.


Selain berdoa secara lisan, ia juga menyarankan alternatif lain berdoa secara tertulis. Doa yang ditulis adalah ayat-ayat yang berawalan kata salamun, yakni sebagai berikut.

سَلٰمٌۗ قَوْلًا مِّنْ رَّبٍّ رَّحِيْمٍ (Yasin: 58)

سَلٰمٌ عَلٰى نُوْحٍ فِى الْعٰلَمِيْنَ (Ash-Shaffat: 79)

سَلٰمٌ عَلٰٓى اِبْرٰهِيْمَ (Ash-Shaffat:109)

سَلٰمٌ عَلٰى مُوْسٰى وَهٰرُوْنَ (Ash-Shaffat:120)


"Kalimat itu ditulis di atas kertas dengan niat berdoa meminta keselamatan dan kawelasan Allah. Lalu dicampur air dan dibacakan doa Rebo Wekasan sehingga airnya disebut ‘air salamun’. Amalan semacam ini diperbolehkan," katanya.


Shalat sunnah mutlak di Rebo Wekasan

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Damai Al-Muhibbin Bahrul Ulum Tambakberas Jombang KH M Djamaluddin Ahmad menulis amalan Rebo Wekasan di kitab Al-Risalah Al-Badi'ah, yakni shalat sunnah mutlak. Hal ini sebagaimana dikutip dari artikel Amalan dan Doa Rebo Wekasan


Adapun niatnya sebagai berikut.


أُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ لله تَعَالَى


Ushalli rak'ataini lillahi ta'ala


Artinya, "Saya shalat dua rakaat karena Allah ta'ala."


Tiap rakaatnya membaca:

  1. Surat Al-Fatihah 1x
  2. Surat Al-Kautsar 17x
  3. Surat Al-Ikhlas 5x
  4. Surat Al-Falaq 1x
  5. Surat An-Naas 1x


Setelah salam membaca doa:

1. Jika sendirian:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. اَللّهُمَّ يَا شَدِيدَ الْقُوى، وَيَا شَدِيدَ الْمِحَالَ، يَاعزِيزُ، يَا مَنْ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيع عَلَّقِكَ، اكْفِنِي مِنْ شَرِّ جَمِيع خَلْقِكَ، يَا مُحْسِنُ، يَا مُجملُ، يَا مُتفضِلُ، يَا مُنْعِمُ، يَا مُتَكَرِّمُ، يَا مَنْ لاَ إلهَ إِلَّا أَنْتَ، ارْحَمْنِي بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.


اَللّهُمَّ بِسِرِّ الْحَسَنِ، وَأَخِيْهِ، وَجَدِّهِ، وَأَبِيهِ، وَأُمِّهِ، وَبَنِيْهِ، اِكْفِنِي شَرَّ هَذَا الْيَوْمِ، وَمَا يَنْزِلُ فِيْهِ، يَا كَافِيَ الْمُهِمَّاتِ، يَا دَافِعَ الْبَلِيَّاتِ، فَسَيَكْفِيكَهُمُ اللَّهُ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، وَحَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ، وَلَا حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ، وَصَلَّى الله عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.


2. Jika bersama-sama:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. اَللّهُمَّ يَا شَدِيدَ القوى، وَيَا شَدِيْدَ الْمِحَالَ، يَا عَزِيزُ، يَا مَنْ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيعُ خَلْقِكَ، اِكْفِنَا مِنْ شَرِّ جَمِيعِ خَلْقِكَ، يَا مُحْسِنُ، يَا مُجَمِّلُ، يَا مُتَفَضِلُ، يَا مُنْعِمُ يَا مُتَكَرِّمُ، يَا مَنْ لا إِلهَ إِلَّا أَنتَ ارْحَمْنَا بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.


اللهُمَّ بِسِرِّ الْحَسَنِ، وَأَخِيهِ، وَجَدِّهِ، وَأُمِّهِ، وَبَنِيْهِ، اِكْفِنَا شَرَّ هَذَا اليوم. 
وَمَا يَنْزِلُ فِيْهِ، يَا كَافِيَ الْمُهمَّاتِ، يَا دَافِعَ الْبَلِيَّاتِ، فَسَيَكْفِيكَهُمُ الله وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، وَحَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلا بالله العلي العظيم، وَصَلَّى الله عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.


Maka Allah dengan sifat Karom-Nya akan menjaga orang tersebut dari semua bencana yang diturunkan pada hari itu dan bencana- bencana itu tidak akan mengitari di sekitarnya sampai sempurna satu tahun."


Boleh dikerjakan bersama-sama، tapi tidak boleh dikerjakan secara berjamaah.


Tak ada hari sial

Sementara itu, Ustadz Zainuddin Lubis dalam artikel Hukum Membaca Yasin pada Malam Rebo Wekasan, menyebut anggapan hari nahas tak sepenuhnya tepat. Sebab, marabahaya bergantung kepada ikhtiar dan kehendak Allah semata.


"Hal ini dapat menyebabkan seseorang menjadi malas atau putus asa dalam menjalani kehidupan," tuturnya.


Dinyatakan, ketiadaan waktu dan tempat tertentu pembawa kesialan bukan berhenti melakukan kebaikan. Dalam konteks Rebo Wekasan, umat tetap dianjurkan mendirikan sejumlah laku amal positif yang bertumpu pada syariat Islam, di antaranya yakni membaca yasin di malam Rebo Wekasan. Amalan itu diniatkan untuk memohon perlindungan dari Allah, bukan memercayai Rebo Wekasan sebagai penyumbat keberuntungan.


Selain itu, menurutnya, amalan yang dapat dilakukan pada hari tersebut yaitu mendoakan keturunan yang baik sebagaimana tuntunan Nabi Muhammad. Memperbanyak istighfar juga dianjurkan dalam waktu tersebut.


"Istighfar adalah memohon ampun kepada Allah swt atas segala dosa dan kesalahan yang telah kita lakukan. Istighfar sangat dianjurkan untuk dilakukan oleh setiap muslim, baik itu besar maupun kecil, baik itu disengaja maupun tidak disengaja," jelas Ustadz Zain dalam artikel Khutbah Jumat: Mengisi Rebo Wekasan dengan Amal Kebaikan.


Tak kalah penting, dalam masa ini umat Islam juga dianjurkan memperbanyak membaca Al-Quran dan merenungkan pesannya. Hal ini disandarkan kepada hadits yang berbunyi, "Barangsiapa yang membaca dua ayat dari Al-Qur'an, maka ia tidak akan dimasukkan ke dalam neraka," tulisnya.