Nasional

Di Makam Pendiri NU, Nahdliyin Berharap Muktamar Lahirkan Pemimpin Amanah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:47 WIB

Di Makam Pendiri NU, Nahdliyin Berharap Muktamar Lahirkan Pemimpin Amanah

Para peziarah di makam salah seorang pendiri NU KH Wahab Chasbullah (Foto: NU Online/Singgih)

Jombang, NU Online
Pengurus dan warga NU mulai memenuhi Pondok Pesantren Bahrul Ulum, tempat berlangsungnya Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Sebelum kegiatan lima tahunan itu dimulai di antara mereka ada menyempatkan diri terlebih dahulu berziarah ke makam salah seorang pendiri NU dan juga Pahlawan Nasional KH Abdul Wahab Chasbullah di Jalan Desa Tambakrejo Gang V, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.


Di antara para peziarah tersebut adalah rombongan dari Kabupaten Subang, Jawa Barat. Salah seorang anggota rombongan, Hj Iis Salamah, mengatakan dirinya bersama rombongan yang terdiri dari 10 bus atau sekitar 140 orang. 


"Lima bus khusus diisi oleh rombongan Muslimat NU, sedangkan lima bus lainnya merupakan gabungan dari berbagai Lembaga dan badan otonom (banom) di lingkungan PCNU Kabupaten Subang," jelas Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Subang itu.


Rombongan yang datang lebih awal ini langsung menyempatkan diri berjalan kaki menuju lokasi makam. Di sepanjang jalan, mereka juga terlihat berhenti untuk melihat dan berbelanja di stan-stan bazar yang memeriahkan kawasan sekitar. 


"Kami sampai di Jombang siang tadi. Dari tempat parkir, kami memilih berjalan kaki sambil menikmati suasana, sekaligus mampir ke bazar. Meskipun jarak ke makam cukup jauh, kami tetap riang dan sangat senang," ujarnya.


Iis juga menyampaikan apresiasinya terhadap sambutan hangat warga setempat. 


"Kami sangat berterima kasih kepada masyarakat Tambakberas yang ramah melayani kami dan menyediakan makanan-makanan yang kami butuhkan," imbuhnya.


Ia berharap pelaksanaan Muktamar ke-35 NU dapat berlangsung lancar, serta menghasilkan kepemimpinan Rais 'Aam dan Ketua Umum PBNU yang amanah dan mampu membawa organisasi ke arah yang lebih baik ke depan.


Di sisi lain, pengelola makam Pahlawan Nasional KH Abdul Wahab Chasbullah siap melayani para peziarah yang datang siang maupun malam. M. Saifut, penjaga makam, didampingi rekannya Hudin, menyatakan bahwa makam tersebut dibuka selama 24 jam. 


"Meski kami hanya berdua yang berjaga, kami berupaya melayani dengan sebaik-baiknya," terang Saifut.


Berdasarkan pantauan di lapangan, para peziarah yang datang tampak tertib mengisi buku tamu dan sebagian turut berpartisipasi mengisi kotak infaq yang telah disediakan. 


Saifut mengungkapkan bahwa seluruh hasil infaq yang terkumpul dari keropak selama periode muktamar nantinya akan dikonversi untuk dibelikan sembako. 


"Rencananya, hasil infaq ini akan kami kumpulkan sampai pelaksanaan muktamar selesai. Setelah dihitung, akan kami tasyarufkan (salurkan) kepada masyarakat sekitar dan modin (juru azan/pegawai masjid) yang membutuhkan," pungkasnya. (Singgih Aji Purnomo)