Nasional

Jelang Muktamar Ke-35 NU, PCINU Turki Soroti Pentingnya Penguatan Jejaring Nahdliyin Global

Ahad, 23 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Jelang Muktamar Ke-35 NU, PCINU Turki Soroti Pentingnya Penguatan Jejaring Nahdliyin Global

Logo NU. (Foto: istimewa)

Jakarta, NU Online

​Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Turki menyampaikan sejumlah aspirasi strategis menjelang Muktamar ke-35 NU, mulai dari pentingnya jejaring global hingga pembentukan global NU Network, Rabu (19/8/2026).


Ketua Tanfidziyah PCINU Turki Moh Munirudin berharap potensi kader internasional dapat ditempatkan sebagai aktor strategis agenda global NU. 


"PCINU bukan hanya tempat berhimpun warga NU yang sedang berada di luar negeri, tetapi di dalamnya ada mahasiswa, akademisi, profesional, dan kader-kader muda NU yang memiliki pengalaman dan jejaring internasional," ujarnya kepada NU Online, Rabu (19/8/2026).


Munir lantas mengusulkan pembentukan wadah khusus bernama Global NU Network untuk memadukan potensi seluruh diaspora dan cabang istimewa di berbagai belahan dunia. Ia membayangkan hadirnya ekosistem yang saling terkoneksi antara PCINU di Eropa, Asia, Timur Tengah, hingga Amerika demi memperkuat posisi NU. 


"Jadi bagi kami, Global NU Network ini bukan sekadar membuat jaringan baru, tetapi bagaimana jaringan yang sudah ada bisa dikonsolidasikan menjadi satu kekuatan global NU," jelasnya.


Menurutnya, untuk melanjutkan fondasi adaptasi dan transformasi zaman yang telah dirintis PBNU pada periode kepemimpinan Gus Yahya, PCINU Turki menilai keberadaan cabang luar negeri perlu dioptimalkan secara lebih masif. 


"Kalau sebelumnya kita melihat Digdaya sebagai salah satu upaya membawa NU ke era transformasi digital, ke depan transformasi itu bisa diperluas menjadi transformasi jejaring: bagaimana teknologi, kader, dan jaringan PCINU yang sudah ada dapat terkoneksi dan menjadi kekuatan bersama," ungkapnya.


​Lebih lanjut, Munir mengatakan bahwa sektor kaderisasi berkelanjutan dan terstruktur juga menjadi salah satu poin krusial yang diharapkan dapat menjangkau seluruh jajaran pengurus serta anggota di mancanegara. 


"Kami yang aktif di kepengurusan PCI tentu ingin mendapatkan hak kaderisasi yang berkelanjutan dan terstruktur," tegasnya.


Ia menegaskan pentingnya pelatihan berjenjang agar alumni luar negeri tidak hanya lulus begitu saja, melainkan terus membawa nilai tradisi dan dapat sangat diberdayakan.


​Selain itu, Munir menyampaikan bahwa perluasan kerja sama internasional di bidang pendidikan, sosial, kebudayaan, hingga ekonomi dinilai perlu dikonsolidasikan secara konkret melalui peran aktif PCINU. Menurutnya, jejaring internasional NU harus ditransformasikan dari sebatas hubungan silaturahmi menjadi bentuk kolaborasi strategis yang berdampak nyata. 


"Kalau jejaring ini bisa dikonsolidasikan, saya kira PCINU dapat menjadi jembatan bagi NU untuk membangun kerja sama di bidang pendidikan, akademik, sosial, kebudayaan, diplomasi, sampai ekonomi," tambahnya.


​Di samping menyampaikan aspirasi strategis tersebut, ia melaporkan bahwa dinamika tata kelola kelembagaan serta administrasi internal PCINU Turki sendiri saat ini terus berjalan dengan sangat baik dan kondusif. Ia mengapresiasi terhadap kemudahan proses administrasi penerbitan surat keputusan dari tingkat pusat. 


Pria asal Cirebon tersebut lantas menyampaikan bahwa struktur kepengurusan di wilayahnya kini telah didukung oleh tiga Majelis Wakil Cabang Istimewa, yang terdapat di Bursa, İğdır, dan Sakarya.


Ia berharap  penguatan struktur organisasi di tingkat bawah dan badan otonom (banom) juga terus ditingkatkan untuk menopang pergerakan dakwah serta pelayanan bagi warga Nahdliyin di Turki. 


Menutup wawancara, Munir mengatakan bahwa seluruh aspirasi PCINU Turki tersebut bukan untuk membuat gebrakan baru, tetapi agar fokus mengoptimalkan yang telah ada.


"Jadi aspirasi kami bukan untuk memulai dari nol, tetapi justru melanjutkan apa yang sudah dimulai dan membuat manfaatnya semakin terasa sampai ke PCINU di berbagai belahan dunia," pungkasnya.