Nasional

Kata Wamenhan Latsarmil Calon Manajer Kopdes Bertujuan Membentuk Karakter dan Disiplin

Kamis, 2 Juli 2026 | 09:00 WIB

Kata Wamenhan Latsarmil Calon Manajer Kopdes Bertujuan Membentuk Karakter dan Disiplin

Peluncuran kelembagaan 80.000 Koperasi Desa Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto di Desa Bentangan, Klaten, Jateg, Senin (21/7/2025). (Foto: Dokumentasi Biro KLI)

Jakarta, NU Online 

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan Taufanto menjelaskan alasan pemerintah membekali calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dengan latihan dasar kemiliteran (latsarmil). Hal tersebut disampaikan di tengah sorotan terhadap program itu setelah lima peserta dilaporkan meninggal dunia selama mengikuti pendidikan.


Donny mengatakan pelatihan tersebut sejak awal dirancang untuk membentuk karakter para calon manajer, terutama dalam aspek kepemimpinan, disiplin, dan kemampuan mengelola tim.


"Sebetulnya itu banyak yang ditanyakan lah ya kenapa kok dilatih kemiliteran ya. Tapi tidak bisa kita pungkiri, di dalam kemiliteran itu ada nilai-nilai sangat baik sekali untuk bisa membentuk karakter. Karena nanti di lapangan juga dibutuhkan manajer-manajer yang bagus," kata Donny di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2026).


Menurut Donny, nilai-nilai yang diajarkan dalam pelatihan bela negara dinilai dapat diterapkan dalam pengelolaan organisasi, termasuk membangun kedisiplinan serta kemampuan bekerja sama.


"Kita bisa mengajarkan kepada mereka untuk berlatih disiplin, paling tidak waktu ya. Kemudian kerja sama, koordinasi dan lain sebagainya itu nilai-nilai yang bisa kita ambil dari pendidikan di Bela Negara ini," katanya.


Ia juga menyebut pelatihan serupa bukan hanya diterapkan di lingkungan Kementerian Pertahanan. Menurutnya, sejumlah kementerian maupun perusahaan telah memanfaatkan fasilitas pendidikan TNI untuk membangun karakter pegawainya.


"Kita lihat cukup banyak juga lah ya kementerian ataupun perusahaan-perusahaan juga yang mengirimkan pegawai-pegawainya untuk meningkatkan karakter itu di ini pusat-pusat pendidikan TNI," ujarnya.


Kemhan Bentuk Tim Investigasi
Di sisi lain, Donny memastikan Kementerian Pertahanan telah membentuk tim investigasi gabungan bersama Kementerian Kesehatan untuk mengusut penyebab meninggalnya lima peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Hasil investigasi tersebut akan menjadi bahan evaluasi terhadap penyelenggaraan program.


"Terkait dengan meninggalnya lima (peserta pelatihan SPPI) ini, kami juga sudah melaksanakan atau kami sudah membentuk tim investigasi. Ini adalah gabungan antara Kementerian Pertahanan dan Kementerian Kesehatan. Kami sudah bentuk dan kami nanti akan menindaklanjuti untuk melihat atau mencari data-data tambahan kenapa kok bisa hal ini terjadi," kata Donny.


Selain menyelidiki kasus kematian peserta, tim investigasi juga akan mendalami temuan gangguan paru-paru yang dialami sejumlah peserta di Satuan Pendidikan (Satdik) Halim. Menurut Donny, Kemhan bersama Kementerian Kesehatan telah mengambil langkah pencegahan untuk mengendalikan potensi penularan penyakit.


"Termasuk juga yang kejadian di Halim terkait dengan paru-paru, ini juga karena ada penularan di sana, ini juga kami lakukan tindakan pencegahan bersama dengan Kementerian Kesehatan," ujarnya.