Nasional

Maulid Nabi di Masjid Istiqlal, Muslimat NU Tekankan Penguatan Perempuan

Sabtu, 19 September 2026 | 15:00 WIB

Maulid Nabi di Masjid Istiqlal, Muslimat NU Tekankan Penguatan Perempuan

Muslimat NU menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad di Masjid Istiqlal Jakarta. (Foto: NU Online/Jannah)

Jakarta, NU Online

Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad saw 2026 sebagai momentum untuk memperkuat harkat dan martabat perempuan. Kegiatan yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Sabtu (19/9/2026) tersebut dihadiri sekitar 8.000 jamaah.

 

Ketua PP Muslimat NU Arifatul Choiri Fauzi mengatakan, peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi ajang bershalawat, tetapi juga ruang untuk meneguhkan kembali nilai kesetaraan dan kedudukan perempuan dalam Islam.

 

“Kita peringati momen Maulid Nabi ini untuk memperkuat harkat dan martabat perempuan. Sebagaimana kita ketahui, di zaman sebelum Nabi, perempuan dinilai bukan sebuah kekuatan. Karena pada saat itu, sebagai lambang adalah laki-laki dengan perkasa,” ujarnya.

 

Menurut Arifatul, kelahiran Nabi Muhammad saw membawa perubahan terhadap cara pandang terhadap perempuan.

 

Ia merujuk pada Surat Al-Anbiya ayat 107 yang menegaskan bahwa Islam membawa rahmat bagi seluruh alam.

 

“Yang artinya Allah swt tidak membedakan antara laki-laki dan perempuan. Semua kedudukannya sama di hadapan Allah swt, kecuali tingkat ketakwaannya,” ucapnya.

 

Jamaah Datang dari Berbagai Wilayah

Antusiasme jamaah terlihat dari berbagai cara yang ditempuh untuk menghadiri kegiatan tersebut. Arifatul menyebut sekitar 8.000 kader Muslimat NU hadir dari sejumlah wilayah di Jabodetabek.

 

“Mereka hadir ada yang naik bus, kereta, mobil pribadi, angkutan umum, motor, ada juga yang naik odong-odong. Ini menunjukkan semangat untuk mendapatkan keberkahan. 8 ribu itu belum semua jamaah dari Jabodetabek, itu hanya sebagian saja,” katanya.

 

Bahkan, sejumlah kader Muslimat NU telah tiba di Masjid Istiqlal sejak pukul 03.00 WIB untuk melaksanakan shalat tahajud yang dilanjutkan dengan shalat Subuh.

 

Selain rangkaian shalawat dan pengajian, kegiatan tersebut juga diisi dengan santunan kepada sekitar 20 anak yatim dari wilayah Jakarta serta layanan cek kesehatan gratis.

 

Arifatul mengatakan, santunan anak yatim telah menjadi tradisi Muslimat NU dalam berbagai kegiatan.

 

“Tadi sebelum memulai sholawat, kita mengadakan santunan anak yatim yang kurang lebih 20 anak-anak dari sekitar Jakarta. Ini menjadi tradisi Muslimat NU di mana pun acaranya, kita selalu mengawali dengan santunan anak yatim,” ucapnya.

 

“Tadi cukup lumayan banyak yang cek. Rata-rata (memiliki riwayat) darah tinggi sama gula,” sambungnya.

 

Kamaruddin: Muslimat NU Berperan Sentral​​​​​​​

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin menilai Muslimat NU memiliki peran sentral dalam meningkatkan literasi keagamaan dan pendidikan masyarakat melalui lembaga pendidikan serta majelis taklim.

 

“Saya punya impresi yang sangat kuat tentang betapa Muslimat NU memiliki peran yang sangat sentral,” ujarnya.

 

Kamaruddin mengatakan, kontribusi Muslimat NU juga berkaitan dengan penguatan nilai-nilai keagamaan yang sejalan dengan kehidupan demokrasi di Indonesia.

 

“Artinya ada korelasi yang sangat fundamental yang tidak bisa dibantah oleh siapapun bahwa Islam Indonesia sangat compatible dengan nilai-nilai demokrasi,” katanya.