Nasional

PBNU Berikan Pertimbangan Khusus bagi PWNU dan PCNU se-Papua untuk Ikuti Muktamar ke-35 NU

Selasa, 7 Juli 2026 | 23:30 WIB

PBNU Berikan Pertimbangan Khusus bagi PWNU dan PCNU se-Papua untuk Ikuti Muktamar ke-35 NU

Ketua Panitia Organizing Committee Muktamar ke-35 NU H Saifullah Yusuf usai menjalani Rapat Gabungan Harian Syuriyah-Tanfidziyah di Lantai 8 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, pada Selasa (7/7/2026). (Foto: NU Online/Haekal)

Jakarta, NU Online

Ketua Panitia Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 NU, H Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan bahwa hasil keputusan bersama untuk memberikan pertimbangan khusus untuk PWNU dan PCNU se-Papua agar bisa mengikuti Muktamar di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27-31 Agustus 2026 mendatang.


Keputusan itu disampaikannya usai menjalani Rapat Gabungan Harian Syuriyah-Tanfidziyah di Lantai 8 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, pada Selasa (7/7/2026).


"Secara khusus, rapat menyepakati bahwa PWNU dan PCNU se-Tanah Papua akan memperoleh pertimbangan khusus dalam penerbitan surat keputusan kepengurusan mengingat Papua memiliki status otonomi khusus," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU.


"Kebijakan tersebut merupakan arahan Rais Aam dan Ketua Umum yang akan segera ditindaklanjuti agar seluruh PWNU dan PCNU di Tanah Papua dapat mengikuti Muktamar dan memperoleh hak-haknya sebagaimana pengurus wilayah dan cabang lainnya," sambungnya.


Sebelumnya, Gus Ipul mengatakan bahwa pengalaman Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang pada Muktamar ke-33 NU tahun 2015 silam dapat menjadi modal utama dalam penyelenggaraan Muktamar selanjutnya.


"Hal lain yang menggembirakan karena Jombang telah memiliki pengalaman menjadi tuan rumah Muktamar pada 2015. Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal penting dalam mempersiapkan penyelenggaraan Muktamar kali ini," katanya.


Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penetapan lokasi Muktamar ke-35 NU mempertimbangkan berbagai aspek teknis agar seluruh persyaratan penyelenggaraan dapat dipenuhi. 


"Karena itu, seluruh pengurus wilayah dan cabang diharapkan dapat memahami keputusan yang telah diambil demi kemaslahatan bersama," katanya.


Gus Ipul juga menyampaikan penghormatan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam rapat karena telah menyampaikan pandangan dan masukan secara tertib.


"Alhamdulillah, pada akhirnya keputusan telah ditetapkan," katanya.


Lebih lanjut, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar mengajak seluruh pengurus PBNU masa khidmah 2021-2026 untuk menjaga niat khidmah kepada NU sehingga akhir masa kepengurusan. 


"Alhamdulillah, nyawa kita kurang 20 hari lagi sudah ada di tenggorokan. Kita masuk sebagai pengurus NU dengan baik-baik, berniat (nawaitu) untuk khidmah di NU. Tentu kewajiban kita adalah mempertahankan niat yang baik ini," katanya.


Tinggal beberapa hari lagi, semoga kita bisa bertahan dan memperoleh husnul khatimah," sambungnya.


Namun, lanjutnya, karena usulan yang muncul mengarah pada beberapa pesantren di satu wilayah, proses penetapannya kemudian dikembalikan kepada PBNU. 


"Oleh karena itu, sebagaimana penentuan lokasi Munas dan Konbes, kita juga mengirimkan tim survei. Kemarin, untuk Muktamar, tim survei juga telah diterjunkan," katanya.


Diketahui, PBNU juga telah menerjunkan Tim Survei Lokasi Muktamar ke-35 NU ke sembilan pesantren di lima provinsi, yakni Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sumatera Barat, pada Sabtu-Ahad (4-5 Juli 2026) lalu.