Wacana Ketum PBNU Dipilih AHWA, Gus Ipul: Kita Lihat Perkembangannya
Jumat, 28 Agustus 2026 | 15:30 WIB
Ketua OC Muktamar Ke-35 NU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Jumat (28/8/2026). (Foto: NU Online/Haekal Attar)
Jombang, NU Online
Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), KH Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengatakan wacana pemilihan Ketua Umum PBNU melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) masih menjadi bahan pembahasan di Muktamar Ke-35 NU.
Hal itu disampaikannya sebelum memasuki Sidang Pleno I Muktamar Ke-35 NU di Gedung Serba Guna (GSG), Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Jumat (28/8/2026) pagi.
"Itu akan kita lihat perkembangannya, ya. Jadi banyak yang menariklah Insyallah nanti ya," katanya.
Gus Ipul mengatakan belum dapat memastikan seberapa banyak pihak yang menyetujui usulan tersebut.
Ia mengingatkan bahwa mekanisme AHWA sebelumnya telah digunakan dalam pemilihan Rais Aam PBNU. Ia menegaskan, proses tersebut pernah menjadi perdebatan menarik hingga berujung pada pemungutan suara.
"Ingat enggak di Jombang (Muktamar Ke-33 NU) juga 15 tahun yang lalu tuh menarik dan sampai voting. Apakah nanti juga perdebatan ini akhirnya diakhiri dengan voting," katanya.
Aturan Pemilihan Ketum PBNU Lewat Komisi Organisasi
Selain itu, Ia menjelaskan bahwa pembahasan mengenai aturan pemilihan Ketua Umum PBNU akan dilakukan melalui Komisi Organisasi. Gus Ipul mengungkapkan, forum tersebut menjadi pembahasan strategis terkait organisasi.
"Pasti menarik nanti ya. Ini aja sudah mulai menarik kan. Tapi itulah NU ya, biasa," katanya.
Perbedaan Pendapat di NU Hal yang Biasa
Gus Ipul menilai, perbedaan pendapat dan perdebatan merupakan hal yang biasa dalam tradisi NU. Namun, ia berharap seluruh proses pembahasan tetap berlangsung dalam suasana gembira dan penuh kekeluargaan.
" Tetapi tentu sebagaimana harapan kita semua, khususnya juga Pondok Pesantren Bahrul Ulum, agar apapun yang terjadi, perdebatan sekeras apapun, kita harus tetap gembira," katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa Muktamar Ke-35 NU berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, yang memiliki keterkaitan sejarah dengan KH Abdul Wahab Hasbullah. Di kawasan tersebut, terdapat makam KH Abdul Wahab Hasbullah, sementara makam KH Hasyim Asy'ari dan KH Bisri Syansuri berada tidak jauh dari lokasi Muktamar.
"Mudah-mudahan ini menjadi penyemangat, menjadi inspirasi, menjadi motivasi bagi peserta Muktamar. Sehingga gembira setelah kita debat dengan suasana gembira yang datang kemudian keberkahan," terangnya.