Semangat Persatuan dan Gotong Royong: Membumikan Spirit Qanun Asasi dalam Muktamar ke 35 Nahdlatul Ulama
NU Online · Jumat, 28 Agustus 2026 | 16:00 WIB
Muhammad Zainul Millah
Kolumnis
Organisasi tak ubahnya sebuah bangunan besar. Ia tidak akan berdiri kokoh hanya dengan tumpuan satu pilar, melainkan merupakan hasil dari ditopangnya setiap sisi oleh material yang saling menguatkan.
Dalam sambutan pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Gus Yahya selaku Ketum PBNU, mengutip semangat gotong royong yang tertuang dalam Qanun Asasi.
Pendiri Jam'iyyah Nahdlatul Ulama, KH. M. Hasyim Asy'ari melalui pemikiran emasnya dalam Qanun Asasi telah meletakkan fondasi spiritual dan sosial yang amat kuat bagi perjalanan organisasi ini.
Poin utama yang ditekankan dalam Qanun Asasi adalah prinsip at-ta'awun (saling tolong-menolong) dan al-ittihad (persatuan).
فَإِنَّ الإِجْتِمَاعَ وَالتَّعَاوُنَ وَالاتِّحَادَ وَالتَّالُفَ هُوَ الأَمْرُ الَّذِي لَا يَجْهَلْ أَحَدٌ مَنْفَعَتَهُ ، كَيْفَ وَقَدْ قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : يَدُ اللَّهِ مَعَ الْجَمَاعَةِ فَإِذَا شَدَّ الشَّاذُ مِنْهُمْ اخْتَطَفَهُ الشَّيْطَانُ كَمَا يَخْتَطِفُ الذِّئْبُ مِنَ الْغَنَمِ .
Artinya “Sesungguhnya perkumpulan, tolong menolong, persatuan dan kekompakan adalah merupakan hal yang tidak ada seorangpun yang tidak mengetahui manfaatnya.
Betapa tidak, Rasulullah SAW telah bersabda yang artinya: “Pertolongan Allah bersama jamaah. Apabila ada di antara mereka yang menyendiri (memisahkan diri), maka setan akan menerkamnya sebagaimana serigala menerkam domba.”
Dalam kutipan hadits tersebut, secara tegas Rasulullah SAW memperingatkan bahaya mengisolasi diri dari ikatan jam'iyyah dan mendorong untuk selalu bersatu dan saling tolong-menolong.
Berkaitan dengan semangat tolong-menolong ini, Allah SWT secara tegas memerintahkan hamba-Nya untuk saling menopang dalam kebaikan dan ketakwaan.
وَقَالَ تَعَالَى وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى [المائدة : ٢]
Artinya “Allah SWT berfirman: Dan saling tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebaikan dan takwa kepada Allah.” (Q.S. Al-Maidah: 2)
Dalam tafsirnya, Abu Ja'far at-Thabari berkata:
“Maksud dari firman Allah SWT tersebut adalah: Hendaknya sebagian dari kalian membantu sebagian yang lain, wahai orang-orang beriman, dalam al-birr (kebajikan), yaitu mengamalkan apa yang diperintahkan Allah untuk diamalkan; dan dalam at-taqwa (ketakwaan), yaitu menjaga diri dari apa yang diperintahkan Allah untuk dijaga dan dijauhi, berupa perbuatan-perbuatan maksiat kepada-Nya.” (Tafsir At-Thabari, [Beirut: Darul Kutub Al-Ilmiyah, 2013] juz IV, halaman 405)
Penafsiran Imam at-Thabari ini sejalan dengan spirit utama Nahdlatul Ulama (NU) dalam menjalankan organisasi dengan persatuan dan gotong royong sebagaimana tertuang dalam Qanun Asasi.
Ali bin Abi Thalib pernah mengingatkan bahwa seorang hamba tidak akan pernah benar-benar sempurna dalam memenuhi hak ketaatan kepada Allah. Namun, ruang yang wajib diisi oleh manusia adalah saling menasihati sekuat tenaga dan bahu-membahu dalam menegakkan kebenaran.
وَقَالَ سَيِّدُنَا عَلِيَّ كَرَّمَ اللهُ وَجْهَهُ : فَلَيْسَ أَحَدٌ وَإِنِ اشْتَدَّ عَلَى رَضَا اللهِ حِرْصُهُ وَطَالَ فِي الْعَمَلِ اجْتِهَادُهُ بِبَالِغِ حَقِيقَةَ مَا اللَّهُ أَهْلُهُ مِنَ الطَّاعَةِ وَلَكِنْ مِنْ وَاجِبِ حُقُوقِ اللهِ عَلَى الْعِبَادِ النَّصِيحَةُ بِمَبْلَغَ جُهْدِهِمْ وَالتَّعَاوُنُ عَلَى إِقَامَةِ الْحَقِّ بَيْنَهُمْ .
Artinya “Sayyidina Ali karramallahu wajhah berkata: ‘Tak seorang pun meskipun lama ijtihadnya dalam amal bisa mencapai hakikat taat kepada Allah yang semestinya. Namun, termasuk hak-hak Allah yang wajib atas hamba-hamba-Nya adalah nasihat dengan sekuat tenaga dan saling membantu dalam menegakkan kebenaran di antara mereka.”
Di sinilah letak urgensi menjaga persatuan. Kebersamaan dalam berkhidmat bukan sekadar pilihan teknis, melainkan syarat mutlak untuk merawat cita-cita para muassis (pendiri) NU.
Perpecahan hanya akan melahirkan kelemahan internal dan pengikisan kekuatan, sebagaimana peringatan dalam Surat Al-Anfal.
وَاَطِيْعُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَلَا تَنَازَعُوْا فَتَفْشَلُوْا وَتَذْهَبَ رِيْحُكُمْ وَاصْبِرُوْاۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَۚ ٤٦
Artinya, “Taatilah Allah dan Rasul-Nya, janganlah kamu berbantah-bantahan yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang, serta bersabarlah. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (Q.S. Al-Anfal: 46).
Sebaliknya, ikatan persaudaraan yang dirajut di atas tali agama Allah SWT merupakan nikmat agung yang menyatukan hati-hati yang berselisih, sebagaimana firman Allah SWT:
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا) [آل عمران : ۱۰۳]
Artinya “Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali Allah dan jangan bercerai-berai, dan ingatlah nikmat Allah yang dilimpahkan kepada kamu ketika kamu dahulu bermusuhan lalu Allah merukunkan antara hati-hati kamu, kemudian kalian pun (karena nikmatnya) menjadi orang-orang yang bersaudara." (Q.S. Ali Imran:103)
Keberadaan setiap individu di dalam organisasi ibarat elemen dalam sebuah tubuh, sebagaimana diilustrasikan dalam bait syair klasik:
إِنَّمَا الْأُمَّةُ الْوَحِيدَةُ كَالْجِسْمِ # وَأَفْرَادُهَا كَالْأَعْضَاءِ
كُلُّ عُضْوِ لَهُ وَظِيفَةُ صُنْعٍ # لَا تَرَى الْجِسْمَ عَنْهُ فِي اسْتِغْنَاءِ
Suatu umat bagai jasad yang satu, orang-orangnya ibarat anggota-anggota tubuhnya. Setiap anggota punya tugas dan peran. Jangan kau anggap tubuh tidak membutuhkannya.
Pada akhirnya, Muktamar ke-35 NU bukan sekadar ajang musyawarah tertinggi untuk memilih nakhoda kepemimpinan, melainkan momentum meneguhkan kembali prinsip at-ta’awun (tolong-menolong) dan al-ittihad (persatuan) di tengah hiruk-pikuk permusyawaratan, sebagaimana ajaran muassis Nahdlatul Ulama.
Semoga ikhtiar kolektif dan semangat gotong royong yang terpancar dari muktamar ini memperkokoh pijakan NU dalam menghadirkan kemaslahatan nyata bagi agama, bangsa, dan peradaban dunia. Wallahu a’lam.
Ustadz Muhammad Zainul Millah, Wakil Katib PCNU Kab. Blitar dan pengajar pesantren Fathul Ulum Wonodadi Blitar.
Terpopuler
1
Para Kiai Sepuh Sarankan Presiden Prabowo Tindak Tegas Pejabat yang Ikut Campur Muktamar Ke-35 NU
2
Muktamar Ke-35 NU Dibuka Kamis 27 Agustus Pukul 15.00 WIB oleh Presiden Prabowo
3
Khutbah Jumat: Bulan Maulid, Kembali Membaca Sirah Nabawiyah untuk Diteladani
4
Anjuran Merayakan Maulid Nabi Muhammad dan Dalil-Dalilnya
5
Khutbah Jumat: Mengambil Teladan dari Model Kepemimpinan Nabi
6
Khutbah Jumat: Ketika Manusia Merusak Alam, Saatnya Meneladani Rasulullah Saw
Terkini
Lihat Semua