Empat Jembatan Hanyut akibat Banjir Aceh Utara, PWNU Aceh Serukan Penguatan Mitigasi Bencana
NU Online · Senin, 27 Juli 2026 | 09:00 WIB
Helmi Abu Bakar
Kontributor
Banda Aceh, NU Online
Bencana alam berupa banjir melanda Desa Sawang, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, pada Jumat (24/7/2026).
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan banjir terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Banjir yang terjadi di tengah musim kemarau tersebut mengakibatkan empat jembatan hanyut sehingga memutus akses dari Desa Sawang menuju Desa Lhok Cut, Kubut, Blang Cut, dan Gunci.
Hingga Sabtu (25/7/2026), arus air masih dilaporkan cukup deras. BPBD Kabupaten Aceh Utara terus melakukan asesmen lapangan serta berkoordinasi dengan pemerintah desa, pemerintah kecamatan, dan lintas instansi untuk melakukan penanganan darurat serta mempercepat pemulihan akses masyarakat.
Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh, Tgk. H. Asnawi M. Amin, menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah banjir yang melanda Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, di tengah berlangsungnya musim kemarau.
Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa perubahan iklim dan anomali cuaca semakin nyata sehingga seluruh elemen masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat upaya mitigasi bencana.
Asnawi mengatakan, bencana yang datang di luar pola musim menunjukkan bahwa masyarakat tidak lagi dapat hanya berpatokan pada siklus cuaca sebagaimana biasanya. Karena itu, kesiapsiagaan menghadapi bencana harus menjadi budaya bersama, baik oleh pemerintah maupun masyarakat.
"Kita turut prihatin atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Aceh Utara. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kesabaran dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini," ujarnya, Ahad (26/7/2026).
Ia menjelaskan, dalam perspektif Islam, musibah harus menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus melakukan evaluasi terhadap cara manusia memperlakukan alam. Menurutnya, menjaga kelestarian lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab keagamaan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan seorang Muslim.
"Islam mengajarkan agar manusia tidak membuat kerusakan di muka bumi. Menjaga hutan, sungai, dan lingkungan merupakan bagian dari ikhtiar menjaga kehidupan serta mencegah datangnya bencana yang lebih besar," katanya.
Asnawi juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan semangat gotong royong dalam membantu warga terdampak banjir. Menurutnya, nilai-nilai ukhuwah dan kepedulian sosial yang menjadi karakter Nahdlatul Ulama harus terus diwujudkan dalam aksi nyata, terutama ketika masyarakat menghadapi musibah.
"Kami mengajak warga NU dan seluruh masyarakat Aceh untuk bersama-sama membantu saudara-saudara kita yang terdampak sesuai kemampuan masing-masing. Solidaritas sosial menjadi kekuatan penting dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana," ujarnya.
Baca Juga
Arti Mimpi tentang Banjir dan Hujan
Selain itu, ia meminta pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, dan instansi terkait agar segera mengambil langkah-langkah cepat untuk memulihkan akses transportasi yang terputus akibat hanyutnya sejumlah jembatan. Menurutnya, pemulihan infrastruktur menjadi kebutuhan mendesak agar aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Ia juga mendorong pemerintah untuk menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan evaluasi dalam memperkuat sistem mitigasi bencana, termasuk pemetaan daerah rawan banjir, perbaikan tata kelola sungai, serta pembangunan infrastruktur yang lebih tangguh menghadapi cuaca ekstrem.
"Perubahan iklim telah menghadirkan tantangan baru. Karena itu, kebijakan pembangunan juga harus semakin memperhatikan aspek mitigasi dan ketahanan terhadap bencana," katanya.
Terpopuler
1
Maju Calon Ketua Umum PBNU, Gus Yusuf Soroti Tata Kelola Organisasi dan Penguatan Pesantren
2
Kongres Umat Islam Indonesia Usulkan Pembentukan Danantara Syariah untuk Konsolidasikan Ekonomi Umat
3
Prediksi BMKG: Musim Kemarau Dominasi Indonesia hingga Akhir Juli 2026
4
Prabowo Tuding Masih Ada Londo Ireng dengan Wajah Wartawan hingga LSM
5
Hukum Memakan Gaji Buta
6
Organisasi Pers Desak Prabowo Minta Maaf atas Pernyataan 'Londo Ireng' yang Dikaitkan dengan Wartawan
Terkini
Lihat Semua