Daerah

Gunung Ili Lewotolok di NTT Erupsi, Semburan Abu Capai 500 Meter

NU Online  ·  Senin, 7 September 2026 | 11:45 WIB

Gunung Ili Lewotolok di NTT Erupsi, Semburan Abu Capai 500 Meter

Erupsi Gunung Ili Lewotolok pada Ahad (6/9/2026) pukul 21.36 WITA. (Foto: dok Badan Geologi)

Jakarta, NU Online

Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami erupsi pada Ahad (6/9/2026) malam. Erupsi terjadi pada pukul 21.37 WITA dengan menyemburkan kolom abu vulkanik hingga sekitar 500 meter di atas puncak.


Erupsi tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan berlangsung selama 32 detik. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah selatan serta barat.


Saat erupsi terjadi, Gunung Ili Lewotolok masih berstatus Level II atau Waspada. Badan Geologi mengingatkan masyarakat dan wisatawan untuk tidak mendekati kawasan rawan serta mematuhi rekomendasi keselamatan yang telah dikeluarkan.


“Terjadi erupsi G. Ili Lewotolok pada hari Minggu, 06 September 2026, pukul 21:37 WITA tinggi kolom abu teramati kurang lebih 500 m di atas puncak. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi 32 detik,” tulis keterangannya.


Radius Bahaya

Badan Geologi meminta masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok, termasuk pengunjung, pendaki, dan wisatawan, tidak memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius dua kilometer dari pusat aktivitas gunung.


Larangan juga berlaku dalam radius tiga kilometer pada sektor selatan dan tenggara Gunung Ili Lewotolok.


Masyarakat diminta mewaspadai potensi guguran atau longsoran lava serta awan panas. Potensi bahaya tersebut dapat terjadi pada sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut gunung.


Selain itu, masyarakat di sekitar gunung diimbau menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan untuk melindungi mata dan kulit dari paparan abu vulkanik.


“Masyarakat yang berada di sekitar G. Ili Lewotolok diimbau menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit serta menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan Iainnya, serta menutup tempat penampungan air bersih agar terhindar dari paparan abu vulkanik,” tulis Badan Geologi.


Masyarakat juga diminta menutup tempat penampungan air bersih agar tidak terpapar abu vulkanik.


Pantau Informasi Resmi

Badan Geologi meminta pemerintah daerah dan masyarakat terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape, atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) maupun Badan Geologi di Bandung untuk memperoleh informasi terbaru mengenai aktivitas gunung.


“Pemerintah daerah dan masyarakat senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau Badan Geologi di Bandung untuk mendapatkan informasi terkait aktivitas G. Ili Lewotolok,” tulisnya.


Perkembangan aktivitas Gunung Ili Lewotolok juga dapat dipantau melalui laman Magma Indonesia, media sosial Badan Geologi, serta laman resmi Badan Geologi.