Daerah

Jalur Banda Aceh-Medan Macet Panjang, Ansor Imbau Pemudik Utamakan Keselamatan

NU Online  ยท  Selasa, 24 Maret 2026 | 18:00 WIB

Jalur Banda Aceh-Medan Macet Panjang, Ansor Imbau Pemudik Utamakan Keselamatan

Kemacetan panjang terjadi di jalur Bireuen, Selasa (24/3/2026). (Foto: NU Online/Helmi Abu Bakar)

Bireuen, NU Online

Arus lalu lintas di jalur utama penghubung Banda Aceh-Medan mengalami kemacetan panjang selama libur Lebaran 1447 Hijriah. Sejumlah titik krusial di Kabupaten Bireuen, seperti Kuta Blang hingga Jembatan Awe Geutah-Teupin Reudep, dipadati kendaraan dari berbagai arah.


Kepadatan arus lalu lintas mulai terasa sejak pagi dan terus meningkat hingga siang hari. Antrean kendaraan bahkan dilaporkan mengular hingga sekitar dua kilometer, terutama di kawasan Jembatan Awe Geutah, Desa Awe Geutah, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng.


Ratusan kendaraan tampak terjebak dalam antrean panjang. Di sejumlah titik, kendaraan bahkan berhenti total sebelum mencapai badan jembatan. Petugas terpaksa memberlakukan sistem buka-tutup untuk mengatur arus kendaraan dari dua arah secara bergantian.


Kemacetan ini dipicu oleh tingginya volume kendaraan pada masa arus mudik dan arus balik Lebaran. Selain itu, kondisi infrastruktur turut menjadi faktor utama, khususnya pascabencana banjir bandang yang menyebabkan runtuhnya sejumlah jembatan di jalur nasional Aceh.


Akibat kerusakan tersebut, beberapa titik masih menggunakan jembatan darurat, termasuk di kawasan Awe Geutah, yang hanya dapat dilalui secara bergantian. Hal ini berdampak langsung pada tersendatnya arus lalu lintas, terutama saat terjadi lonjakan kendaraan pada momen Lebaran.


Pemudik dari arah Banda Aceh menuju Medan tampak memadati jalur melalui Kuta Blang hingga titik kemacetan di Awe Geutah. Sementara dari arah Medan menuju Banda Aceh, kendaraan juga mengalami perlambatan akibat sistem pengaturan lalu lintas yang terbatas.


Pantauan NU Online di jalan nasional Banda Aceh-Medan, kawasan Kuta Blang, Selasa (24/3/2026), menunjukkan bahwa tidak hanya di Awe Geutah, kawasan Jembatan Kuta Blang juga menjadi titik rawan kemacetan. Posisi geografisnya sebagai jalur penghubung antarwilayah menjadikannya titik temu arus kendaraan dari berbagai daerah.


Aktivitas masyarakat di sekitar pasar tradisional Kuta Blang turut memperparah kondisi, di samping penyempitan jalan di sekitar jembatan.


โ€œSetiap Lebaran memang selalu padat di sini, tapi kali ini antreannya terasa lebih panjang,โ€ ujar salah seorang pemudik.


Untuk mengurai kemacetan, petugas kepolisian bersama instansi terkait telah disiagakan di sejumlah titik. Berbagai langkah dilakukan, mulai dari pengaturan lalu lintas, sistem buka-tutup jalan, hingga pengalihan kendaraan ke jalur alternatif.


Namun demikian, tingginya volume kendaraan membuat arus lalu lintas tetap tersendat dan sulit diurai dalam waktu singkat.


Ketua PW Ansor Aceh, H Azwar A Gani, mengimbau para pemudik untuk tetap mengedepankan keselamatan dan kesabaran selama perjalanan.


โ€œMomentum Lebaran memang selalu diiringi peningkatan mobilitas. Kami mengajak masyarakat untuk tetap sabar, tidak memaksakan diri, serta mematuhi arahan petugas,โ€ ujarnya.


Ia juga menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik dan kendaraan agar perjalanan tetap aman.


โ€œKeselamatan harus menjadi prioritas. Jangan karena ingin cepat sampai, kita mengabaikan keselamatan diri dan orang lain,โ€ tambahnya.


Selain itu, Azwar mengingatkan agar pengendara tetap menjaga etika berkendara dan menghindari emosi di tengah kemacetan.


โ€œJaga hati, jangan mudah terpancing. Lebaran adalah momentum kebersamaan, termasuk dalam perjalanan,โ€ pesannya.


Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik, menghindari jam-jam puncak, serta memanfaatkan jalur alternatif yang tersedia.


Kemacetan yang terjadi di Kuta Blang hingga Awe Geutah ini kembali menjadi perhatian serius, khususnya terkait percepatan perbaikan infrastruktur pascabencana serta manajemen lalu lintas di jalur nasional Aceh.


Dengan masih tingginya mobilitas masyarakat pasca-Lebaran, kondisi kemacetan diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Diharapkan terdapat solusi yang lebih efektif guna mengurai kepadatan, terutama pada momen besar seperti Idulfitri.