Pembangunan 324 Huntara di Pidie Jaya Capai 60 Persen, Target Rampung Sebelum Lebaran 2026
NU Online · Selasa, 10 Maret 2026 | 21:00 WIB
Helmi Abu Bakar
Kontributor
Pidie Jaya, NU Online
Upaya penyediaan hunian bagi masyarakat terdampak bencana di Provinsi Aceh terus dilakukan pemerintah melalui berbagai program pembangunan hunian sementara (huntara).
Setelah pembangunan ribuan huntara di wilayah Aceh Tamiang oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kini pembangunan huntara juga tengah berlangsung di Kabupaten Pidie Jaya
Sebanyak 324 unit hunian sementara (huntara) Danantara tahap kedua saat ini sedang dibangun di wilayah tersebut. Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai sekitar 50 hingga 60 persen dan ditargetkan selesai sebelum Lebaran 2026.
Hunian sementara tersebut dibangun di lima titik lokasi berbeda di Pidie Jaya untuk menampung masyarakat yang masih membutuhkan tempat tinggal sementara.
Pembangunan ini diharapkan mampu memberikan tempat tinggal yang lebih layak bagi warga sambil menunggu pembangunannya hunian permanen.
Secara nasional, pemerintah terus mempercepat pembangunan hunian sementara bagi masyarakat terdampak bencana di berbagai daerah. Di Aceh Tamiang misalnya, BNPB bersama sejumlah kementerian dan lembaga telah membangun 1.771 unit huntara yang tersebar di 25 lokasi.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.339 kepala keluarga telah menempati hunian yang lebih layak. 6Selain bangunan tempat tinggal, fasilitas dasar seperti akses air bersih dan listrik juga disediakan secara gratis untuk mendukung kehidupan warga.
Sementara di Pidie Jaya, pembangunan 324 unit huntara tahap kedua diharapkan dapat membantu masyarakat yang masih membutuhkan tempat tinggal sementara.
Tokoh agama Japakeh, Tgk Syahrul, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Badan Pengawas Baitul Mal Pidie Jaya, menyambut baik pembangunan huntara tersebut.
Menurutnya, keberadaan huntara sangat penting bagi masyarakat yang hingga kini masih membutuhkan tempat tinggal yang layak.
“Pembangunan huntara ini menjadi harapan bagi masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal sementara. Kita berharap prosesnya berjalan lancar sehingga bisa selesai sebelum Lebaran 2026,” ujarnya.
Ia menilai hunian sementara tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memulihkan kehidupan sosial masyarakat setelah terdampak bencana.
Dengan adanya tempat tinggal yang lebih layak, warga akan dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang dan aman.
Selain itu, Tgk Syahrul juga berharap proses penempatan warga nantinya dapat dilakukan secara adil dan tepat sasaran sehingga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat seperti tempat tinggal merupakan langkah penting dalam proses pemulihan kehidupan sosial.
“Yang paling penting adalah penyalurannya tepat sasaran sehingga benar-benar membantu warga yang membutuhkan,” tambahnya.
Pembangunan huntara yang tersebar di lima titik tersebut akan dapat menampung warga secara bertahap. Dengan target penyelesaian sebelum Lebaran 2026, masyarakat berharap huntara segera dapat digunakan, sehingga mereka memiliki tempat tinggal yang lebih layak sambil menunggu pembangunan rumah permanen di masa mendatang.
Terpopuler
1
Kultum Ramadhan: Keutamaan 10 Malam Terakhir dan Cara Mendapatkan Lailatul Qadar
2
Orang Wajib Zakat Fitrah Tapi Juga Boleh Menerima?
3
Menurut Imam Ghazali, Lailatul Qadar Ramadhan 1447 H Akan Jatuh pada Malam Ke-25
4
Makna Keterpilihan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran
5
Syed Muhammad Naquib al-Attas: Cendekiawan tanpa Telepon Genggam
6
Cendekiawan Malaysia Syed Naquib Alatas Meninggal Dunia dalam Usia 94 Tahun
Terkini
Lihat Semua