Daerah

Persoalan Pembelajaran Jadi Peluang Riset untuk Lahirkan Inovasi

NU Online  ยท  Rabu, 22 April 2026 | 07:00 WIB

Persoalan Pembelajaran Jadi Peluang Riset untuk Lahirkan Inovasi

Seminar PIAUD UNU Blitar, Senin (20/4/2026). (Foto: istimewa)

Blitar, NU Online

Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar menggelar seminar bertajuk "Dari Masalah ke Inovasi: Riset PAUD Berbasis Problem Solving, Senin (20/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 3 Kampus I UNU Blitar ini diikuti oleh mahasiswa Prodi PIAUD.


Seminar menghadirkan narasumber dari Universitas Negeri Malang, yakni Evania Yafie dan Riska Pristiani. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas riset mahasiswa, khususnya dalam mengembangkan penelitian berbasis masalah nyata di lapangan.


Ketua Prodi PIAUD UNU Blitar Dessy Farantika mengatakan seminar ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan mengidentifikasi persoalan di pendidikan anak usia dini (PAUD) sekaligus merumuskannya menjadi solusi inovatif berbasis riset.


"Kegiatan ini mendorong mahasiswa agar tidak berhenti pada teori, tetapi mampu mengangkat persoalan riil di PAUD menjadi penelitian yang solutif dan berpotensi dipublikasikan," ujar Dessy.


Menurutnya, pendekatan problem solving menjadi kunci dalam pengembangan riset PAUD karena berkaitan langsung dengan dinamika perkembangan anak usia dini yang membutuhkan penanganan berbasis data dan kajian ilmiah.


Dalam pemaparannya, Evania Yafie menegaskan bahwa berbagai persoalan dalam pembelajaran PAUD justru menjadi peluang untuk melahirkan inovasi.


"Masalah dalam pembelajaran anak usia dini bukan hambatan, tetapi peluang untuk melakukan riset dan menghasilkan inovasi yang berdampak. Riset harus kontekstual, aplikatif, dan solutif," jelasnya.


Ia menambahkan, karya ilmiah memiliki peran strategis sebagai alat perubahan dalam praktik pendidikan. Oleh karena itu, mahasiswa perlu dibekali kemampuan menulis artikel ilmiah yang sistematis, logis, dan memenuhi standar akademik.


Sementara itu, Riska Pristiani menekankan pentingnya kualitas metodologi dalam penelitian. Menurutnya, riset yang baik harus didukung oleh pendekatan yang tepat serta analisis yang mendalam.


"Penelitian harus berbasis data yang valid dan menggunakan metode yang sesuai, sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan," ujarnya.


Selain materi konseptual, peserta juga mendapatkan pemahaman praktis terkait tahapan penelitian, mulai dari identifikasi masalah, penyusunan kerangka teori, metode penelitian, hingga penulisan artikel ilmiah yang siap publikasi.


Mahasiswa tampak antusias mengikuti kegiatan yang dimulai pukul 12.30 WIB tersebut. Seminar ini juga memberikan e-sertifikat dan materi sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kompetensi akademik peserta.


Melalui kegiatan ini, Prodi PIAUD UNU Blitar berharap mahasiswa mampu menjadi peneliti muda yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi berbasis riset untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini.


Kontributor: Wijianto