PMII DIY Luncurkan LBH dan Situsweb, Perkuat Advokasi Hukum hingga Gerakan Digital
NU Online · Selasa, 4 Agustus 2026 | 06:00 WIB
Peluncuran Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan situsweb organisasi PMII DIY di Kantor DPD RI Perwakilan DIY, Kota Yogyakarta, Ahad (2/8/2026). (Foto; PMII Yogyakarta)
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meluncurkan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan situsweb organisasi dalam agenda bertajuk Mengakar dalam Nilai, Menguatkan Advokasi Hukum dan Digitalisasi Gerakan di Kantor DPD RI Perwakilan DIY, Kota Yogyakarta, Ahad (2/8/2026).
Ketua Pengurus Cabang PMII DIY, Muh Faisal menjelaskan bahwa peluncuran tersebut sebagai upaya PMII memperkuat peran advokasi hukum organisasi dalam dalam merespons persoalan sosial yang dihadapi masyarakat sekaligus menjawab tantangan perkembangan ruang digital.
Faisal menyampaikan bahwa kehadiran LBH tidak hanya berfungsi sebagai pendamping hukum, tetapi juga menjadi ruang untuk menghimpun berbagai persoalan yang terjadi di tingkat akar rumput.
“LBH ini bagaimana supaya justru menghimpun permasalahan-permasalahan yang ada di akar rumput. Kami sudah mendorong bagaimana advokasi penanganan pengelolaan sampah,” ujarnya kepada NU Online pada Senin (3/8/2026).
Ia mencontohkan permasalahan lain yang menjadi perhatian PMII DIY, antara lain penggusuran rumah warga akibat pembangunan sektor pariwisata hingga masalah pendidikan.
“Beberapa daerah yang tergusur, daerah Gunung Kidul karena adanya pembangunan-pembangunan wisata, seperti villa, kemudian mengenai pendidikan, Yogyakarta ini dikenal sebagai kota pelajar tetapi angka pendidikan di Yogyakarta sangat tinggi, masih terdapat belasan ribu anak yang tercatat tidak sekolah,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran LBH ini memiliki peran penting dalam memastikan kelompok rentan memperoleh akses terhadap keadilan. “LBH adalah instrumen penting dalam mendampingi kaum mustadh’afin memperoleh kepastian hukum,” tegasnya.
Selain meluncurkan LBH, PMII DIY juga memperkenalkan website https://pmiidiy.com/sebagai sarana penguatan gerakan digital. Faisal menilai medan perjuangan mahasiswa saat ini tidak lagi terbatas pada aksi demonstrasi di jalan.
“Karena hari ini kita memang melihat fenomena ruang gerak hari ini bukan hanya aksi jalanan akan tetapi kita melihat fenomena dunia digital ataupun penguasaan digital termasuk media sosial dan penguasaan website,” ujarnya.
Ia menambahkan, website tersebut akan menjadi ruang bagi kader untuk menuangkan gagasan dan merawat nilai kebangsaan. “Jadi website ini kita luncurkan karena untuk bagaimana menuangkan ide-ide yang ada di rayon, di komisariat, dan di tingkatan cabang. Website adalah medan gerakan yang harus digarap,” katanya.
Sementara itu, Katib Syuriah PBNU, KH Hilmy Muhammad atau Gus Hilmy menyambut baik peluncuran LBH dan website tersebut. Menurutnya, gerakan mahasiswa saat ini tidak cukup hanya mengandalkan demonstrasi, tetapi juga membutuhkan penguatan advokasi hukum dan kehadiran pemikiran di ruang digital.
“Apa yang disuarakan di jalanan itu sangat penting, namun tak kalah pentingnya adalah bagaimana kita mampu mengawalnya di ruang-ruang advokasi formal. Peluncuran LBH dan website ini menjadi bukti bahwa gerakan PMII DIY hari ini betul-betul naik kelas,” katanya.
Gus Hilmy menegaskan bahwa LBH PMII DIY diharapkan mampu menghadirkan pendekatan hukum yang tidak hanya berorientasi pada kepastian hukum, tetapi juga keadilan dan nilai-nilai kemanusiaan.
“Hukum positif memberi kepastian, sementara nilai Islam dan Keindonesiaan menghadirkan rasa keadilan serta keadaban,” ucapnya.
Terpopuler
1
Ini Rangkaian Kegiatan HUT Ke-81 RI, dari Zikir Kebangsaan hingga Pesta Rakyat
2
Pemerintah Siapkan 8.100 Kuota bagi Masyarakat untuk Saksikan Langsung Upacara HUT Ke-81 RI di Istana
3
Menag Klaim Indeks Kerukunan Umat Beragama Tertinggi Sepanjang Sejarah Indonesia
4
Hukum Menjamak Shalat karena Menonton Film The Oddysey
5
Prabowo Batal Hadiri Zikir Kebangsaan di Monas, Menag: Ada Tugas Kenegaraan
6
Ratusan Ribu Warga Padati Monas dalam Zikir dan Doa Kebangsaan, Mayoritas Datang dari Luar Jakarta
Terkini
Lihat Semua