Daerah

Ramadhan di Desa Garoga: Gelondongan Kayu Masih Selimuti Sungai di Tengah Pemukiman yang Hanyut

NU Online  ·  Sabtu, 7 Maret 2026 | 21:30 WIB

Ramadhan di Desa Garoga: Gelondongan Kayu Masih Selimuti Sungai di Tengah Pemukiman yang Hanyut

Sungai Garoga, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selaran, pada Jumat (6/3/2026). (Foto: NU Online/Haekal)

Tapanuli Selatan, NU Online

Ramadan tidak selalu sama di tiap daerahnya. Bagi pemukiman yang baru saja terkena banjir bandang seperti di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, tentu menyisakan banyak kepedihan.


Satu desa dengan 3.506 penduduk yang biasanya menjadi tempat menghabiskan waktu untuk ngabuburit sampai buka bersama, mendadak hanyut bersama dengan gelondongan kayu yang masih tampak menyelimuti Sungai Garoga, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selaran, pada Jumat (6/3/2026).


Berdasarkan pantauan NU Online, fenomena mengemis di desa tersebut kini semakin marak dan menjadi pemandangan yang hampir setiap hari terlihat di sepanjang jalan Lintas Barat Sumatara. Para pengemis kerap berdiri di pinggir jalan, mendekati kendaraan yang melintas, lalu meminta uang kepada para pengendara.


Menurut informasi yang dihimpun, sebagian besar pengemis tersebut ternyata bukan berasal dari desa itu sendiri. Mereka datang dari daerah lain dan menjadikan desa tersebut sebagai lokasi untuk mencari penghasilan dengan cara meminta-minta.


“Kami khawatir, karena pengemis yang memaksa meminta uang bisa meningkatkan tingkat kriminalitas di desa ini,” kata Sekretaris LAZISNU Padang Simpuan, Tapanuli Selatan, Ali Akbar Siregar, pada Jumat (6/3/2026).


Banjir bandang tidak hanya merusak rumah-rumah warga, tetapi juga menghanyutkan berbagai fasilitas umum seperti jembatan kecil, mushala, dan sebagian akses jalan desa. Banyak warga yang kini harus tinggal sementara di rumah kerabat atau tempat pengungsian darurat.


Tak hanya persoalan tempat tinggal, masyarakat juga dilaporkan menghadapi kepanikan terkait pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang akan habis dalam 23 hari ke depan.


Di Batang Toru, antrean panjang kendaraan terlihat mengular hingga keluar area SPBU. Pantauan di lokasi menunjukkan mobil-mobil harus mengantri sampai pinggir jalan, sementara sepeda motor dan truk juga ikut menunggu giliran untuk mengisi bahan bakar.


“Jadi di Sumatra Utara memang lagi terjadi panic buying BBM. Kemarin minyak di pinggir jalan masih beredar, sekarang sudah dimasukan pula ke toko. Jadi terbatas kami dapat BBM," kata sopir yang membawa awak LAZISNU PBNU, Wirsanda Situmorang.


Tak jauh, nampak Aktivitas di Pasar Hutagadong terlihat ramai antara penjual dan pembeli. Banyak warga yang datang untuk berbelanja, sementara pedagang sibuk melayani transaksi. Di sekitar pasar, sejumlah becak motor terparkir, menunggu penumpang atau mengantar barang dagangan.


"Semoga bencana ini tidak lagi terjadi. Semoga Allah karuniakan kepada kita semua kesehatan dan keselamatan," terangnya.