Sejumlah Persitiwa Penting di Bulan Rabiul Akhir
NU Online ยท Ahad, 13 September 2026 | 16:00 WIB
Jakarta, NU Online
Umat Islam mulai memasuki bulan Rabiul Akhir atau Rabiuts Tsani 1448 Hijriah pada Ahad (13/9/2026). Hal ini merujuk pada Pengumuman Lembaga Falakiyah (LF) PBNU Nomor Nomor: 163/PB.08/A.II.11.13/13/09/2026 yang dikeluarkan pada Jumat (11/9/2026).
Dalam Jawami'us Sirah, Abu Muhammad 'Ali mengatakan bahwa Rabiul Akhir merekam peristiwa penting umat Islam, yakni pengusiran terhadap kaum Yahudi oleh Nabi Muhammad. Peristiwa ini diabadikan di dalam Al-Quran surat Al-Hasyr.
"Turunnya surat tersebut dilatarbelakangi oleh upaya pembunuhan Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam yang dilakukan oleh kaum Yahudi bani Nadhir. Merekalah kaum yang pertama dikumpulkan dan diusir dari Madinah," tulis Ustadz M Tatam Wijaya dalam artikel berjudulย Rabiul Akhir: Asal-Usul Penamaan dan Peristiwa Penting di Dalamnya yang dikutip NU Online pada Ahad (13/9/2026).
Selain itu, Ustadz Tatam menyebutkan, peristiwa lain yang terjadi pada bulan ini adalah dakwah sahabat Khalid bin Walid kepada Bani Al-Harits bin Ka'b yang membuahkan hasil.
"Berkat perjuangan Khalid, mereka masuk Islam di hadapannya. Peristiwa itu berlangsung pada bulan Rabiul Akhir 10 Hijriah," ujarnya.
Ia juga menyampaikan sejumlah perang yang dipimpin sahabat atau Nabi sendiri terjadi di dalam bulan Rabiul Akhir, antara lain Perang Dzatur Riqa pada tahun keempat Hijriah, Perang Al-Ghabah pada tahun keenam hijriah, hingga Perang Ghamr.
Menyoroti banyaknya peperangan itu, Ustadz Muhammad Faizin menulis bahwa peperangan yang dialami Rasulullah adalah bentuk pembelaan atas perbuatan zalim. Hal ini ia alamatkan kepada Al-Quran surat Al-Hajj ayat 39.
"Diizinkan (berperang) kepada orang-orang yang diperangi karena sesungguhnya mereka dizalimi. Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuasa membela mereka," tulisnya, sebagaimana dikutip dari artikel berjudul Khutbah Jumat: Belajar dari Peristiwa Penting pada Rabiul Akhir.
Baca Juga
Ini Asal-Usul Penamaan Rabiul Akhir
Ia juga menjelaskan bahwa perang yang dilakukan Nabi Muhammad adalah upaya menjaga keamanan bagi individu maupun sosial.
"Peperangan ini adalah untuk melakukan penertiban atau penghukuman agar perjanjian yang telah dilakukan tidak dilanggar," ujar Ustadz Faizin.
Terpopuler
1
KH Miftachul Akhyar: Muktamar Ke-35 Jadi Pelajaran NU untuk Berani Keluar dari Kebiasaan
2
Hukum Mengambil Air Masjid untuk Kebutuhan Warga Saat Kekeringan, Bolehkah?
3
Khutbah Jumat: Hati Merasa Jauh dari Allah, Apa yang Harus Dilakukan?
4
Khutbah Istisqa: Saat Kekeringan Melanda Saatnya Muhasabah dan Berbenah Diri
5
Khutbah Jumat: Musim Kemarau dan Anjuran Hemat Air dalam Islam
6
Membaca Ulang Fiqih Pajak: Agenda yang Tersisa dari Muktamar Ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua