Usai Bencana di Sumut, LAZISNU PBNU Ajak Masyarakat Tata Ulang Kepedulian terhadap Lingkungan
NU Online · Sabtu, 7 Maret 2026 | 16:30 WIB
Sekretaris LAZISNU PBNU, Moeava saat menyalurkan bantuan di Desa Bandar Tarutung, Tapanuli Selatan. (Foto: NU Online/Haekal)
Haekal Attar
Penulis
Jakarta, NU Online
Kepanikan akibat bencana banjir di Sumatera Utara pada pada akhir 2025 silam masih menghantui masyarakat. Di Desa Bandar Tarutung, Tapanuli Selatan, misalnya, Ketua MWCNU Angkola Sangkunur, KH Nahrowi, menerangkan bahwa air yang membanjiri pemukimannya itu belum pernah datang sebelumnya.
Melihat fenomena tersebut, Sekretaris LAZISNU PBNU, Moeava, menuturkan bahwa berbagai bencana yang terjadi di muka bumi tidak semata-mata terjadi tanpa sebab, melainkan berkaitan dengan perilaku manusia yang kurang bijak dalam memperlakukan alam dan lingkungan tempat hidupnya.
Moesava menyampaikan, manusia sebagai makhluk yang dibekali akal sudah seharusnya melakukan evaluasi terhadap berbagai peristiwa yang terjadi di sekitarnya.
"Sebagai manusia yang dibekali akal untuk berfikir, kita juga harus melakukan evaluasi bahwa bencana itu terjadi tidak semata-mata tanpa campur tangan manusia yang hidup di muka bumi ini," katanya saat Penyaluran Perlengkapan Pendidikan kepada 147 Siswa MDT Miftahul Huda di Masjid Baiturrohim, Desa Bandar Tarutung, Tapanuli Selatan, pada Jumat (6/3/2026).
Moeava juga membacakan Surat Ar-Rum ayat 41 yang menjelaskan tentang salah satu penyebab munculnya kerusakan di muka bumi. Ia mengutip arti ayat tersebut yang menyatakan bahwa telah tampak kerusakan di darat dan di laut yang disebabkan oleh perbuatan tangan manusia.
Menurutnya, ayat tersebut menjadi pengingat bahwa kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini tidak terlepas dari tindakan manusia yang kerap mengabaikan keseimbangan alam.
"Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia," jelasnya membacakan arti ayat tersebut.
Lebih lanjut, Moeava menyampaikan bahwa upaya menjaga dan memperbaiki lingkungan dapat dimulai dari diri masing-masing. Ia menuturkan bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab untuk melakukan hal-hal terbaik bagi lingkungannya, sekecil apa pun bentuknya.
"Kita harus melakukan evaluasi untuk menata ulang lingkungan kita masing-masing agar tidak semakin berkontribusi, tidak semakin menambah kerusakan alam dan lingkungan kita semua," katanya.
Ia juga menambahkan bahwa kesadaran kolektif masyarakat menjadi kunci penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Menurutnya, kemajuan lingkungan tidak dapat dicapai secara instan, tetapi membutuhkan komitmen bersama dari seluruh lapisan masyarakat untuk merawat dan melestarikan alam.
"Dimulai dari kita sendiri masing-masing. Sebaik mungkin untuk bisa dilakukan demi kemajuan lingkungan, sehingga lingkungan akan maju bersama-sama dengan kita," jelasnya.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Nuzulul Qur’an dan Spirit Membaca untuk Peradaban
2
Khubah Jumat: Separuh Ramadhan Telah Berlalu, Saatnya Muhasabah Diri
3
Mulai Malam Ini, Dianjurkan Baca Qunut pada Rakaat Terakhir Shalat Witir
4
Khutbah Jumat: Refleksi Puasa, Sudahkah Meningkatkan Kepedulian Sosial?
5
Pesan-Pesan dan Sisi Lain Sang Rahbar Ali Khamenei
6
Antrean BBM Mengular di Medan, Harga Naik dan Stok Langka
Terkini
Lihat Semua