Doa Selepas Buang Hajat
“Aku memohon ampunan-Mu. Segala uji bagi Allah yang telah menghilangkan penyakit dari diriku dan membuatku sehat.” (Lihat Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Darul Hadits, Kairo, Mesir)
Kumpulan artikel kategori Doa
“Aku memohon ampunan-Mu. Segala uji bagi Allah yang telah menghilangkan penyakit dari diriku dan membuatku sehat.” (Lihat Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Darul Hadits, Kairo, Mesir)
Doa yang dipraktikkan Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam ini dibaca ketika memasuki tempat buang hajat, baik di ruang tertutup (seperti WC) maupun kawasan terbuka.
Ketika kita melepas pakaian, baik saat hendak mandi, tidur atau lainnya, Rasulullah menganjurkan kita membaca:
Allâhumma innî as’aluka min khairhi wa khaira mâ huwa lahu, wa a‘ûdzubika min syarrihi wa syarri mâ huwa lahu
Bismillâhi tawakkaltu ‘alallâhi, allâhumma innî a‘ûdzu bika an adlilla au udlalla, au azilla au uzalla, au adhlima au udhlama, au ajhala au yujhala ‘alayya
Boleh jadi ketika seisi rumah keluar, makhluk jenis lain menempati rumah kita
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menganjurkan seseorang untuk mengucapkan salam tatkala memasuki rumah. Tujuannya agar keberkahan datang, baik kepada yang mengucapkan maupun keluarganya. Selain itu sunnah baginya pula membaca doa berikut ini:
Allâhummaftah lanâ wansyur ‘alainâ rahmataka yâ dzal jalâli wal ikrâm.
Salah satu rukun fi’liyah dalam shalat adalah duduk terakhir yang dinamakan juga duduk tahiyat akhir. Di dalam duduk ini mushalli (orang yang shalat) harus membaca tasyahud, shalawat dan salam. Ketiganya terangkum dalam satu bacaan yang dikenal oleh sebagian orang dengan istilah bacaan tahiyyat, karena dimulai dengan kalimat at-tahiyyatul mubarokatus hingga innaka hamidum majid.
Imam An-Nawawi dalam Kitab Al-Adzkar mengutip sejumlah riwayat yang menceritakan Rasulullah SAW saat menjenguk sahabatnya yang sakit. Dalam sejumlah riwayat berikut ini, Rasulullah SAW mendoakan kesembuhan sahabatnya dengan berbagai lafal doa.
Pada dasarnya mengangkat tangan ketika berdoa dan dan mengusap wajah sesudahnya bukanlah sekedar tradisi yang tanpa dasa. Keduanya merupakan sunnah Rasulullah saw. sebagaimana termaktub dalam salah satu haditsnya yang diceritakan oleh Ibn Abbas: