Cirebon, NU Online
Dzunun Al-Mishri adalah tokoh tasawuf yang cukup terkenal, melalui 'tangannya' seorang biduanita bernama Rabi'atul Adawiyah bertaubat kepada Allah dan kemudian oleh Allah mengampuninya bahkan mengangkatnya menjadi salah seorang kekasih-Nya.
Ada pula cerita unik tentang Dzunnun al-Misri yang menyibak hikmah di dalamnya. Alkisah Dzunnun Al-Mishri adalah orang yang gemar memancing ikan. Saat bulan puasa, sambil ngabuburit, ia biasa berburu ikan di sungai, ikan yang didapat dari memancing itu lalu dimasak dan dimakan sebagai menu buka puasa.
Suatu hari, Dzunun Al-Mishri mengajak anak perempuannya ikut memancing. Saat itulah tiba-tiba putrinya mengingatkan kepada ayahnya yang sufi, 'alim, dan muhadits itu bahwa ikan yang ada di sungai tersebut sedang dan selalu bertasbih kepada Allah.
Kalau sampai ikan tersebut diambil, disembelih lalu dimakan maka mereka akan berhenti berdzikir kepada Allah. Akhirnya, Dzunun Al-Mishri mengiyakan perkataan anaknya, lalu pulang tanpa membawa ikan.
Sejak saat itu Dzunnun Al-Mishri 'pensiun' menjadi pemancing dan selalu bertawakal kepada Allah, tentu saja setelah melakukan ikhtiar tanpa mengganggu makhluk Allah yang ada di muka bumi.
Akhirnya Allah Swt membalas Dzunun Al-Mishri dan putrinya itu dengan makanan surga, setiap Maghrib selalu datang pasukan elite yang membawa makanan super lezat. "Ini makanan dari Sang Raja untuk kalian berdua," kata pasukan itu.Begitu setiap hari selama 30 tahun.
Setelah 30 tahun berlalu putri Dzunun Al-Misri wafat dan sejak saat itu pasukan elite utusan Sang Raja tidak lagi datang membawa makanan ke rumahnya dan menyadari bahwa anugerah itu merupakan karomah dari putrinya.
Kisah ini disampaikan oleh KH Tb Ahmad Rifqi Chowas dalam pengajian pasaran di Pasantren Daarussalam Buntet, Cirebon, Sabtu (3/6). Menurutnya, kisah ini sangat terkenal, dan banyak ditemui di beberapa kitab seperti kitab Jami' Karamatil Auliya, Thabaqatul Kubra karya Imam Sya'roni, dan lain-lain. (Aiz Luthfi)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Lima Kelompok Ini Perlu Jadi Perhatian NU dalam Putusan Muktamar Ke-35 di Tambakberas
3
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
4
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
5
Jelang Muktamar Ke-35 NU, PBNU Bakal Cek Kesiapan Lokasi dan Istighotsah Terbatas di Jombang pada 20 Agustus 2026
6
Iuran Lomba 17 Agustus: Gotong Royong atau Justru Bisa Jadi Judi? Ini Batas Hukumnya
Terkini
Lihat Semua