Bushiri
Kolumnis
Di tengah masyarakat, kita sering mendengar anggapan bahwa siapa pun yang menunaikan ibadah umrah atau haji, doanya pasti dikabulkan oleh Allah Swt. Keyakinan ini bahkan menjadi salah satu alasan yang mendorong banyak Muslim merindukan Tanah Suci. Mereka rela menabung selama bertahun-tahun, menempuh perjalanan yang jauh, dan membawa berbagai harapan agar doa-doanya diijabah di hadapan Ka'bah.
Namun, tidak sedikit pula yang bertanya setelah kembali ke tanah air, "Mengapa saya sudah umrah atau haji, tetapi doa yang saya panjatkan belum juga terkabul?" Pertanyaan seperti ini kerap memunculkan kebingungan, bahkan sebagian orang mulai meragukan keutamaan ibadah yang telah dijalankannya.
Lantas, bagaimana sebenarnya Islam menjelaskan persoalan ini? Apakah ibadah umrah atau haji secara otomatis menjamin bahwa setiap doa yang dipanjatkan pasti terwujud sesuai dengan keinginan?
Baca Juga
Apakah Ada Umrah Mabrur atau Mabrurah?
Anggapan bahwa doa orang yang berhaji atau berumrah dikabulkan bukanlah tanpa dasar. Dalam ajaran Islam terdapat hadis yang menjelaskan bahwa orang yang berjihad di jalan Allah, menunaikan ibadah haji, dan melaksanakan umrah merupakan tamu atau utusan Allah. Karena mereka memenuhi panggilan-Nya, Allah memberikan balasan berupa dikabulkannya permohonan mereka.
Rasulullah Saw bersabda:
الْغَازِي فِي سَبِيلِ اللهِ، وَالْحَاجُّ وَالْمُعْتَمِرُ، وَفْدُ اللهِ، دَعَاهُمْ، فَأَجَابُوهُ، وَسَأَلُوهُ، فَأَعْطَاهُمْ
Baca Juga
Niat Badal Umrah
Artinya, "Orang yang berjihad di jalan Allah, orang yang berhaji, dan orang yang berumrah adalah utusan Allah. Allah memanggil mereka, lalu mereka memenuhi panggilan-Nya. Karena itu, apabila mereka memohon kepada Allah, Dia akan memberikan apa yang mereka minta." (HR. Ibnu Majah)
Meski demikian, para ulama menjelaskan bahwa hadis tersebut tidak boleh dipahami secara mutlak. Pengabulan doa bukan berarti setiap permintaan pasti terwujud persis sebagaimana yang diinginkan seseorang, dan bukan pula berarti setiap orang yang melaksanakan umrah atau haji otomatis memperoleh jaminan tersebut tanpa syarat.
Menurut para ulama, keutamaan itu berkaitan dengan ibadah haji atau umrah yang mabrur, yaitu ibadah yang diterima oleh Allah karena dilaksanakan dengan ikhlas, sesuai tuntunan syariat, serta dibiayai dari rezeki yang halal. Oleh sebab itu, semakin sempurna kualitas ibadah seseorang, semakin besar pula harapan untuk memperoleh keutamaan yang dijanjikan dalam hadits.
Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Syekh 'Abdul Ra'uf al-Munawi dalam kitab Fayd al-Qadir ketika menerangkan hadis tersebut:
فأجابوه وسألوه فأعطاهم ما سألوه فيه ومقصود الحديث بيان أن الحاج حجا مبرورا لا ترد دعوته
Artinya, "(Firman-Nya: 'Mereka memenuhi panggilan-Nya, kemudian mereka memohon kepada-Nya, lalu Allah memberi mereka') maksudnya Allah memberikan apa yang mereka minta. Tujuan hadis ini adalah menjelaskan bahwa orang yang menunaikan haji mabrur tidak akan ditolak doanya." (Syekh 'Abdul Ra'uf al-Munawi, Fayd al-Qadir, [Mesir, Maktabah Tijariyah: 1356], jilid IV, halaman 409).
Jika ditinjau lebih dalam, jaminan pengabulan doa tersebut merupakan bentuk balasan Allah Swt atas ketaatan hamba-Nya. Ketika Allah memanggil hamba-Nya untuk menunaikan ibadah haji atau umrah ke Baitullah, mereka memenuhi panggilan tersebut dengan penuh kepatuhan. Karena itu, ketika mereka kemudian memohon dan berdoa kepada Allah, Dia membalas ketaatan tersebut dengan mengabulkan doa-doa mereka.
Imam ash-Shan'ani dalam kitab At-Tanwir Syarh al-Jami' as-Shaghir menjelaskan:
دعاهم فأجابوه لأنه حثهم على ما ذكر ففعلوا والجزاء من جنس العمل فهو مجازيهم بالإجابة إن دعوه كما أجابوه حين دعاهم
Artinya, "(Allah memanggil mereka, lalu mereka memenuhi panggilan-Nya) karena Allah mendorong mereka melakukan hal tersebut dan mereka pun melaksanakannya. Balasan itu sesuai dengan jenis perbuatannya. Maka Allah membalas mereka dengan mengabulkan doa jika mereka memohon kepada-Nya, sebagaimana mereka telah memenuhi panggilan-Nya ketika Dia memanggil mereka." (At-Tanwir Syarh al-Jami' as-Shaghir, [Riyadh, Maktabah Darus Salam: 2011], jilid VII, halaman 445).
Hal penting yang perlu dipahami adalah bahwa jaminan pengabulan doa tidak selalu berarti Allah memberikan persis apa yang diminta oleh seorang hamba. Adakalanya Allah mengabulkan sesuai dengan permohonannya, dan adakalanya Dia menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik karena lebih membawa maslahat bagi hamba tersebut.
Oleh karena itu, apabila seseorang telah menunaikan umrah tetapi doa yang dipanjatkannya belum terwujud sebagaimana yang diharapkan, hendaknya ia tetap berhusnuzan kepada Allah. Bisa jadi Allah sedang menyiapkan pengabulan dalam bentuk yang lebih baik daripada apa yang dimintanya.
Syekh 'Abdul Ra'uf al-Munawi menjelaskan:
فأجابوه وسألوه فأعطاهم) إما سألوه ما عينه وإما ما هو خير منه وهو أعلم بما يصلح به عباده
Artinya, "(Lalu mereka memenuhi panggilan-Nya, kemudian mereka memohon kepada-Nya, lalu Allah memberi mereka), yaitu Allah memberikan apa yang mereka minta, atau memberikan sesuatu yang lebih baik daripada yang mereka minta. Allah lebih mengetahui apa yang paling membawa kebaikan bagi hamba-hamba-Nya." (Syekh 'Abdul Ra'uf al-Munawi, Fayd al-Qadir, [Mesir, Maktabah Tijariyah: 1356], jilid III, halaman 402)
Selain itu, Allah juga mengabulkan doa pada waktu yang Dia kehendaki, bukan selalu pada waktu yang diinginkan oleh hamba-Nya. Karena itu, tertundanya pengabulan doa tidak boleh dijadikan alasan untuk berputus asa atau meragukan janji Allah. Penundaan tersebut bisa jadi merupakan bagian dari hikmah Allah dalam menetapkan waktu terbaik bagi hamba-Nya untuk menerima apa yang dimohonkan.
Hal ini sebagaimana dinasihatkan oleh Syekh Ibnu Athaillah:
لا يكُنْ تَأخُّرُ أَمَد العَطاء مَعَ الإلْحاح في الدّعَاءِ موجبَاً ليأسِك فهو ضَمِنَ لَكَ الإجابَةَ فيما يختارُهُ لكَ لا فيما تختاره لنَفْسكَ وفي الوقْتِ الذي يريدُ لا في الوقْت الذي تُريدُ
Artinya, "Jangan sampai tertundanya waktu pemberian, meskipun engkau terus bersungguh-sungguh dalam berdoa, membuatmu berputus asa. Allah telah menjamin pengabulan doa pada apa yang Dia pilihkan untukmu, bukan pada apa yang engkau pilih untuk dirimu sendiri, serta pada waktu yang Dia kehendaki, bukan yang engkau inginkan” (Syekh Ibnu Athaillah, Matn al-Hikam, [Mesir, Maktabah al-Azhar: 2012], halaman 143)
Dari penjelasan di atas dapat dipahami bahwa anggapan mengenai doa orang yang berhaji atau berumrah dikabulkan memiliki dasar dalam hadits Rasulullah Saw. Namun, para ulama menjelaskan bahwa keutamaan tersebut ditujukan kepada mereka yang memperoleh haji atau umrah yang mabrur, yaitu ibadah yang diterima oleh Allah karena dilaksanakan dengan ikhlas, sesuai tuntunan syariat, serta bersumber dari rezeki yang halal.
Di samping itu, pengabulan doa tidak selalu diwujudkan dalam bentuk yang persis seperti yang diminta. Adakalanya Allah mengabulkan sesuai dengan permohonan hamba-Nya, dan adakalanya Dia menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik dan lebih membawa kemaslahatan.
Oleh karena itu, apabila seseorang telah menunaikan umrah tetapi doanya belum terwujud sebagaimana yang diharapkan, hendaknya ia tetap berhusnuzan kepada Allah. Boleh jadi Allah sedang menyiapkan pengabulan dalam bentuk yang lebih baik daripada apa yang dimintanya.
Demikian pula, tertundanya pengabulan doa bukanlah pertanda bahwa Allah mengabaikan permohonan hamba-Nya. Allah mengabulkan doa pada waktu yang Dia kehendaki, bukan selalu pada waktu yang diinginkan oleh manusia. Karena itu, tugas seorang hamba adalah terus berdoa, berikhtiar, dan bertawakal kepada Allah, sedangkan kapan dan bagaimana doa tersebut dikabulkan sepenuhnya merupakan bagian dari hikmah dan ketetapan-Nya. Wallahu a’lam.
Bushiri, Pengajar di Zawiyah Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: 4 Hal yang Menghalangi Terkabulnya Doa Seorang Muslim
2
Trump Umumkan Perjanjian Pelucutan Senjata di Gaza, Hamas Tegaskan Baru Diterapkan Setelah Israel Mundur Total
3
Innalillahi, Putra Bungsu KH Wahab Chasbullah Wafat
4
Khutbah Jumat: Adab Bertamu dalam Islam, Wujud Akhlak Seorang Muslim
5
Khutbah Bahasa Jawa: Tradisi Sedekahan lan Donga Tolak Balak ing Wulan Sapar
6
MK Putuskan Pendanaan MBG Tak Boleh Pakai Anggaran Pendidikan
Terkini
Lihat Semua