Bulu Kemoceng dan Fitnah kepada Sang Kiai
Suatu ketika seorang santri meminta maaf kepada Kiainya yang telah difitnahnya. Sang Kiai hanya tersenyum.
Kumpulan artikel kategori Hikmah
Suatu ketika seorang santri meminta maaf kepada Kiainya yang telah difitnahnya. Sang Kiai hanya tersenyum.
“Wahai manusia. Nabi model apa aku ini bagi kalian?” Para sahabat menjawab, “Semoga Allah memberikan balasan kebaikan sebab kenabianmu. Engkau bagi kami bagaikan ayah yang penyayang, saudara yang bijak dan baik hati. Engkau telah menyampaikan risalah Allah dan engkau telah mengajak ke jalan Tuhanmu dengan cara yang bijak dan dengan tutur kata yang santun. Semoga Allah memberikan balasan kebaikan yang lebih besar dari balasan yang diterima oleh nabi lainnya.”
Khadim itu pun kemudian mengadu sambil tergugup kepada sang habib. Kemudian empunya Ratibul Attas ini pun sejenak termenung dan menitikan air mata. Kegundahan khadim pun semakin menjadi. Setelah alpa dalam menyembelih kambing terbaik milik gurunya, ia kembali merasa bersalah atas tangisan gurunya.
Ketika berniat undur diri setelah shalat berjamaah, Bisyr terhenti langkahnya di ambalan masjid. Terompah yang tadi ia pakai berangkat jamaah, telah raib hilang entah ke mana. Ia terpekur sejenak, kemudian linangan air mata membasahi kedua pipinya.
Maka, lahirlah karomah-karomah atau keistimewaan-keistimewaan tersebut, seperti Syekh Abdul Qadir Jailani yang dikisahkan Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya dalam Secercah Tinta (2012) memiliki karomah bisa menghidupkan orang yang sudah meninggal.
Pada saat menjalankan ibadah thawaf, Abul Hasan sempat melihat di antara orang yang sedang thawaf terdapat seorang wanita yang wajahnya bersinar terang mengagumkan. Keelokan wajahnya memaksa Abul Hasan menjadi terheran-heran.
“Mereka adalah umatmu yang menjadi khatib yang mengatakan apa yang mereka tidak kerjakan,” jawab malaikat Jibril dalam hadits riwayat Tirmidzi.
Pernahkah Anda mendengar ayat Al-Qur’an atau hadits yang bercerita tentang kenikmatan-kenikmatan surga? Bagaimana gambaran istana-istana megah serta tenda-tenda indah di dalamnya? Bagaimana pula hamparan taman-taman asri dan sunga-sungai jernih yang mengalir di bawahnya?
Riwayat kisah ini diriwayatkan oleh beberapa sahabat dengan berbagai redaksi. Riwayat yang disitir di atas berasal dari sahabat Abu Musa Al Asy’ari radliyallahu ‘anhu.
Sayyidina Ali menjawab kalau tidak ada pesan khusus untuknya dari Rasulullah, sebagaimana yang ditanyakan sahabat tersebut. Namun kata Sayyidina Ali, Rasulullah memberitahukan kepadanya tentang empat orang yang dilaknat Allah.
Cikal bakal watak Khawarij ini tergambar dalam sosok Dzul Khuwaishirah, seorang Muslim pedesaan yang merasa dirinya lebih baik daripada Rasulullah Muhammad ﷺ sehingga tak ragu memberikan koreksi pada beliau. Nama Dzul Khuwaishirah populer di kalangan kaum Muslimin tatkala terjadi pembagian hasil rampasan perang Hunain.
Siapa yang tak kenal dengan tembang “tombo ati”, anak-anak yang lahir tahun 90-an pasti tak asing lagi dengan tembang Jawa itu, apalagi setelah tembang itu digubah dengan pop religi ala Opick dan muncul sebagai musik latar belakang di berbagai acara pada bulan Ramadhan.