Humor: Makanan Istana
Suatu hari Raja merasa lapar. Beberapa tukang masak menyajikan hidangan yang luar biasa enaknya, sehingga Raja meminta Kepala Istana, Nasrudin untuk menyiapkan makanan seperti itu setiap harinya.
Kumpulan artikel kategori Humor
Suatu hari Raja merasa lapar. Beberapa tukang masak menyajikan hidangan yang luar biasa enaknya, sehingga Raja meminta Kepala Istana, Nasrudin untuk menyiapkan makanan seperti itu setiap harinya.
Almarhum KH Bukhori Masruri dalam suatu ceramahnya berkisah, bahwa semasa KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menjadi presiden, ia pernah berbuka puasa bersama dengannya. Malahan, di sela itu, teman Gus Dur sejak kecil ini sempat memberikan nasihat atau imbauan.
Namun beberapa waktu kemudian ia datang lagi menghadap Imam Ja’far untuk mengadukan kondisinya yang semakin miskin dan semakin memprihatinkan setelah menikah. Imam Ja’far pun dengan mantap memerintahkan lelaki itu untuk menceraikan istrinya.
Suatu hari yang panas, seorang penggembala berteduh di bawah pohon kenari. Di tengah sepoi-sepoi angin, tiba-tiba ia tertegun dan berpikir tentang pohon kenari dan buah labu. Ia merenungi labu besar yang tumbuh di tanaman yang merambat dan kenari kecil yang tumbuh di pohon besar.
Didin tak jarang diundang hanya untuk diminta memberikan joke-joke terbarunya guna memberikan keriangan di tengah anak-anak yatim dan kaum dhuafa.
Seorang modin bernama Tohirin yang pekerjaannya membantu pemulasaraan jenazah di desanya berpesan kepada anaknya bernama Harto.
Jamaah merasa malu dan memanggilnya kembali lagi keesokan harinya. Kali ini ketika ia bertanya dengan pertanyaan yang sama, orang-orang menjawab, "Ya".
Setelah berseloroh tentang ‘Mayjen K’ yang menjadi dalang dan provokator kerusuhan SARA di Ambon, Gus Dur Gus Dur didemo di depan istana oleh ribuan orang yang hendak berjihad di Ambon.
Pria itu menangis. "Malu, Nasruddin! Anda harus malu dengan sorban yang Anda pakai!" (sorban waktu itu adalah tanda orang berpendidikan).
Suatu hari, Nasrudin yang dikenal bijak ditanya oleh tiga orang bijak juga. Orang bijak pertama bertanya kepada Nasrudin, "Di mana sebenarnya pusat bumi ini?" Nasrudin menjawab, "Tepat di bawah telapak kaki saya, saudara."
"Tapi menyikapi berbagai kebijakan pemerintah seperti 3 M, 5 M, ataupun PSBB dan PPKM kita cukup menerapkan 1 M saja," ungkap Somad.
Abdul pun menjelaskan berbagai istilah haji yang banyak muncul di masyarakat. Di antaranya Haji Kosasih (Ongkosnya dikasih), Haji Gamal (Gantiin yang meninggal), Haji Dadang (Dananya dari utang), Haji Budi (Bawa uang dikit), Haji Mansur (Haji karena halamannya kena gusur), Haji Wahyu (Haji mergo sawahe payu), Haji Sokeh (Haji disokong wong akeh), Haji somat (Haji disokong umat), Haji Hamim (Haji hanya mimpi), dan Haji Tamatu (Haji tangi mangan turu).