Humor: Virus Pejabat
Beberapa hari ini virus varian Covid-19 muncul dengan daya tular 5-10 detik saja. Menurut penyelidikan laboratorium, virus tersebut dinamakan Covid-19 varian Delta atau dinamai jenis B.1.617.
Kumpulan artikel kategori Humor
Beberapa hari ini virus varian Covid-19 muncul dengan daya tular 5-10 detik saja. Menurut penyelidikan laboratorium, virus tersebut dinamakan Covid-19 varian Delta atau dinamai jenis B.1.617.
Tentu saja Gus Dur yang melihat hal itu jengah. Bukan soal monopoli informasi semata, melainkan kebebasan bersuara di media terbungkam.
Suatu sore di bawah pohon mangga, tiga orang sahabat sedang bersantai setelah main bola voli di lapangan desa. Mereka adalah Adit, Roni, dan Tyo.
Setelah mengantre beberapa menit, motor nyentrik Warmudi mendapat giliran. Meskipun telah disapa oleh operator pom bensin, Warmudi hanya menyunggingkan senyum kecut.
Mantan Presiden Libya, almarhum Muammar Qadafi dikenal oleh orang-orang Barat sebagai pemimpin otoriter. Anggapan itu juga terungkap ketika Qadafi diwawancarai oleh jurnalis Barat.
Lalu salah seorang sahabat Nabi berteriak: al-yaum yaumal malhamah (hari ini adalah hari pertumpahan darah). Atas pernyataan dari sahabat Nabi tersebut, penduduk Makkah kembali diselimuti ketakutan.
Mereka terus bercakap-cakap. Di tengah percakapannya itu, Danari diam sejenak memperhatikan Soni mengaduk kopi.
Mengenai kebosanan terhadap sebuah rezim, yang sering diceritakan oleh Gus Dur merupakan adaptasi dari humor barat. Ada seorang pemimpin yang sudah lama memimpin, pada suatu hari berkeliling di pinggiran hutan dengan berkendaraan kuda.
Pada suatu hari ketika ayah Abu Nawas, sang penghulu istana sakit parah dan hendak meninggal dunia ia panggil Abu Nawas untuk menghadap. Abu Nawas pun datang mendapati bapaknya yang sudah lemah lunglai.
Ada kalanya Abu Nawas juga kesal dengan keledainya. Suatu hari Abu Nawas memukuli keledainya di tempat terpencil.
Suatu hari Abu Nawas pergi kepada seorang tabib karena ia sakit. Kondisinya kali ini benar, bukan mencari-cari alasan untuk menghindari hukuman dari Baginda Raja.
Saat di Ambon terjadi kerusuhan bernuansa SARA, Gus Dur menyatakan bahwa provokator kerusuhan adalah seorang petinggi tentara bernama “Mayjen K”. Siapa pula orang ini?